SoapyNature

Sabun “Handmade” Yang Baik Buat Kulit Anda

Rahasia di balik mutu sabun yang baik: seberapakah mutu SoapyNature? 8 Februari 2009

Filed under: SoapyNature — halalsoapmaker @ 9:04 am

  1. Apa saja yang mempengaruhi mutu sabun?

Enak atau tidaknya sebuah hidangan sangat tergantung pada bahan yang kita masak tentunya.  Makan nasi yang pulen dari beras pilihan dengan lauk yang lengkap bagi sebagian besar orang Indonesia jelas lebih lezat daripada makan bulgur atau nasi jagung dengan lauk sekedarnya.  Bahan pembuat lauk pun dan cara memasaknya juga akan mempengaruhi kelezatan makanan kita.  Untuk sabun, setali tiga uang; bahan yang diracik untuk membuat sabun dan cara mengolahnya sangat mempengaruhi mutu sabun dalam arti enak, aman dipakai dan memenuhi tujuan si pemakai tentunya.

Lha apa saja bahan pembuat sabun?

Bahan dasarnya adalah minyak atau lemak, bisa hewani ataupun nabati dan ada yang campuran.  Tentang minyak, terutama yang nabati, ada sabun yang hanya memakai satu macam minyak saja, ada juga yang memakai sampai belasan macam minyak.  Nah, jenis minyak yang dipakai serta racikan atau resepnya, perbandingan takaran masing-masing minyak sangat berpengaruh pada mutu sabun yang dihasilkan.

Saponifikasi

Agar menjadi sabun, minyak harus diolah melalui sebuah proses yang disebut saponifikasi, yakni bereaksinya asam lemak dengan basa atau alkali, dalam hal ini adalah NaOH (di pasaran disebut soda api) untuk sabun padat, atau KOH untuk membuat sabun cair.  Masing-masing jenis minyak mempunyai angka saponifikasi yang berbeda satu sama lain.  Angka saponifikasi menunjukkan seberapa banyak soda yang diperlukan agar minyak tersebut berubah menjadi sabun.  Berarti, makin banyak jenis minyak yang dipakai agak makin rumit hitungannya.

Super-fatting

Bila soda yang dipakai terlalu banyak, sabun akan menjadi “keras” dalam arti bisa berbahaya bagi kulit karena bersifat terlalu basa/alkali.  Minimal kulit akan kering dan bisa terasa gatal-gatal.  Bila jumlah soda yang dipakai kurang, akan ada minyak yang tidak tersaponifikasi, artinya sabunnya mengandung minyak.  Sampai batas tertentu ini bagus dan banyak pembuat sabun yang dengan sengaja membuatnya demikian karena minyak membuat kulit menjadi lembab.  Istilah persabunannya adalah “super-fatting” dan biasanya “super-fatting” antara 5% sampai 8% malah dianjurkan.

Peranan jenis minyak dalam mempengaruhi mutu sabun

Minyak atau lemak mengandung berbagai macam asam lemak yang satu sama lain berbeda.  Ada sederet nama asam lemak yang terkandung dalam minyak/ lemak bahan sabun: asam oleat, palmitat, ricinoleat, laurat, linoleat, linolenat, stearat dan myristat adalah yang paling penting.   Satu minyak bisa mengandung satu atau beberapa asam lemak ini.

Nah, masing-masing asam lemak ini pun punya khasiat sendiri terhadap sabun, yaitu dari segi keras/lembeknya sabun, daya bersihnya (kemampuannya mengikat lemak di kulit),  daya pelembabnya, dan kemampuan menghasilkan busa.  Ada dua macam busa yang bisa dihasilkan: busa berbuih/gelembung yang cepat hilang dan/atau busa krim yang lebih stabil, tahan lebih lama. Lihat tabel sifat asam lemak di bawah.

Kepadatan/

kekerasan

Daya bersih

Daya pelembut/ penghalus

Busa buih

Busa krim

Laurat

Ya

Ya

Ya

Myristat

Ya

Ya

Ya

Palmitat

Ya

Ya

Stearat

Ya

Ya

Ricinoleat

Ya

Ya

Ya

Oleat

Ya

Linoleat

Ya

Linolenat

Ya

Nah, sekarang kita kaji berbagai asam lemak itu; terkandung dalam minyak apa saja mereka, terutama yang dipakai membuat sabun SoapyNature.  Semuanya ada 7 macam minyak/lemak yang berbeda yang dipakai dalam pembuatan SoapyNature: minyak kelapa, minyak sawit, minyak zaitun dan mentega putih  (vegetable shortening) sebagai bahan utama, ditambah minyak castor, minyak habatussauda (hanya untuk SoapyNature habatussauda) dan asam stearat.

  • Minyak kelapa: menghasilkan sabun yang keras dengan busa gelembung banyak…. daya bersihnya sangat tinggi sehingga cenderung membuat kulit terasa kering;
  • Minyak Sawit: sabunnya juga keras dan busanya cukup bagus.
  • Minyak Zaitun: sabun yang dihasilkan cenderung empuk tetapi kemampuannya melembabkan kulit sangat tinggi.
  • Mnyak kastor: sangat melembabkan kulit dan busanya sangat banyak, tetapi sabun cenderung menjadi sangat lunak.

Jadi diperlukan perhitungan yang cukup njlimet menyangkut perbandingan ukuran atau jumlah berbagai macam minyak yang akan dipakai. Para ahli sabun telah merumuskan rentang angka bagi masing-masing sifat utama (kepadatan, daya bersih – utamanya untuk lemak, daya pelembab, banyaknya busa bui, dan banyaknya busa krim) yang harus dimiliki sabun yang baik dan SoapyNature diupayakan untuk mendekati standar yang ditetapkan tersebut, sebagaimana terlihat dalam tabel perbandingan di bawah ini.

Ini berarti, racikan sabun akan menghasilkan sabun yang memenuhi lima sarat tersebut di atas, bila hitungan angkanya masih berada di dalam rentang yang dianjurkan.  Untuk masing-masing racikan sabun, angka tersebut dapat dihitung dengan sebuah program komputer, dan hitungan yang dilakukan terhadap beberapa jenis SoapyNature menghasilkan angka rata-rata sebagai berikut:

Sifat Yang diukur Standar SoapyNature Keterangan
Kepadatan/kekerasan 36 – 50 43 – 50 Lebih banyak minyak kelapa, lebih keras.
Daya bersih 12 – 22 19 – 22 Tergantung pada kandungan minyak kelapa
Daya pelembut & pelembab 45 – 80 47 – 54 Tergantung pada kandungan olive oil. SoapyNature Zaituna50 paling tinggi.
Busa buih 14 – 33 23 – 25 Lebih banyak kalau banyak minyak kelapa
Busa krim 16 – 35 24 -34 Banyak dipengaruhi oleh minyak sawit

Semua jenis SoapyNature memang diracik sedemikian rupa agar hasil sabunnya berada dalam rentang yang dianjurkan, mendekati angka yang maksimal yang masih mungkin dicapai.  SoapyNature Zaituna 50-Susu-Madu terbukti daya pelembabnya paling tinggi.  Itulah sebabnya SoapyNature Zaituna50 Susu-Madu paling baik untuk kulit yang kering. Perlu juga dicatat bahwa bahwa dalam hal SoapyNature, tingkat mutu yang terpapar di atas, hanya berdasarkan racikan berbagai minyak yang dipakai saja, sehingga masih harus ditambah dengan adanya bahan “isian” yang masing-masing punya khasiat sendiri, di samping sebagian besar punya khasiat sebagai anti-oksidan.  (lihat juga artikel terpisah tentang Zaituna50 Susu/Madu dan artikel Khasiat Berbagai Isian Sabun).

Nah, dengan paparan yang cukup rinci ini semoga anda dapat membuat keputusan sendiri apakah akan terus memakai sabun buatan pabrik atau sabun handmade yang bahan dasarnya sesuai dengan kebutuhan kulit anda – pilhan yang berdasarkan ilmu tidak sekedar asal comot.

Selamat memilih.

 

3 Responses to “Rahasia di balik mutu sabun yang baik: seberapakah mutu SoapyNature?”

  1. suria Says:

    salam saya suria dari malaysia, bagaimana cara menghasilkan sabun yang 100% high kualiti, 100% tanpa bahan kimia dan bahan yang tidak dicampur air berfungsi bagi mencerah, menghalus, melembap, menghilangkan jerawat, parut, tutup liang roma n kulit berminyak n boleh bantu dapatkan bahan-bahannya,email rahmatkhazanahalam@yahoo.com , h/p +60060196820925

    • halalsoapmaker Says:

      Salam kembali. Sebenarnya yang namanya air pun adalah bahan kimia (rumus kimianya H2O kan?). Jadi tidak mungkin kita membuat sabun tanpa bahan kimia sama sekali. Yang perlu diperhatikan adalah apakah bahan kimia itu alami ataukah sintetis.

      Dalam membuat sabun HARUS selalu memakai “lye” atau caustic soda. Tanpa zat ini, namanya bukan sabun. Sabun terjadi karena ada saponifikasi dan saponifikasi hanya bisa dihasilkan dengan mencampurkan lemak/minyak dengan caustic soda.

      Soal mencerah, menghalus, melembap dan menghilangkan jerawat bisa saja diupayakan – sayang saya tidak tahu yang dimaksud dengan “menutup liang roma”. Coba lihat juga blog saya lainnya “Cara membuat Sabun”
      Terima kasih atas pertanyaannya.

  2. ali Says:

    salam saya ali dari palembang, trimah kasih atas informasinya. kapan2 saya minta bantuan karna saya belum mengerti betul. jazakallah.email ali_rinto@yahoo.co.id


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s