<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SoapyNature</title>
	<atom:link href="http://halalsoapmaker.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://halalsoapmaker.wordpress.com</link>
	<description>Sabun "Handmade" Yang Baik Buat Kulit Anda</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Jun 2010 07:21:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='halalsoapmaker.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SoapyNature</title>
		<link>http://halalsoapmaker.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://halalsoapmaker.wordpress.com/osd.xml" title="SoapyNature" />
	<atom:link rel='hub' href='http://halalsoapmaker.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cara Membuat Sabun</title>
		<link>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/05/23/cara-membuat-sabun/</link>
		<comments>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/05/23/cara-membuat-sabun/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 05:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>halalsoapmaker</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknik Bikin Sabun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/05/23/cara-membuat-sabun/</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai macam proses pembuatan sabun: Saya yakin bahwa di antara anda semua ada yang pernah pada suatu ketika &#8211; mungkin waktu masih duduk di bangku sekolah menengah atau bahkan waktu masih di sekolah dasar &#8211; memperoleh pelajaran prakarya tentang bagaimana caranya membuat sabun. Atau barangkali sebagian dari anda yang senang kutak-katik mencari tambahan ketrampilan pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=78&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-weight:bold;">Berbagai macam proses pembuatan sabun:</span></div>
<div><span style="color:#330099;">Saya yakin bahwa di antara anda semua ada yang pernah pada suatu ketika &#8211; mungkin waktu masih duduk di bangku sekolah menengah atau bahkan waktu masih di sekolah dasar &#8211; memperoleh pelajaran prakarya tentang bagaimana caranya membuat sabun. Atau barangkali sebagian dari anda yang senang kutak-katik mencari tambahan ketrampilan pernah membaca buku tentang hal yang sama.  Semoga saja masih ingat.</span></div>
<div><span style="color:#330099;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#330099;">Tetapi saya rasa yang anda pelajari hanya satu macam cara atau proses saja bagi pembuatan sabun ini, yaitu yang disebut sebagai </span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">&#8220;</span></span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">proses dingin&#8221; </span></span><span style="color:#330099;">alias tidak menggunakan bantuan panas <span style="color:#000000;"><span style="color:#330099;">tambahan dari luar.  Sebenarnya ada juga yang memakai </span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">&#8220;proses panas&#8221;</span></span><span style="color:#330099;"> yang memanfaatkan tambahan panas dari luar alias direbus atau juga bisa memakai oven.   Satu proses lain lagi adalah yang paling mudah dan aman, tetapi sebenarnya tidak bisa dikatakan &#8220;membuat&#8221; sabun melainkan hanya memberi sentuhan akhir saja pada pembuatan sabun.   Proses ini disebut </span><em><span style="color:#330099;">&#8220;</span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">melt and pour&#8221;</span></span><span style="color:#330099;"> </span></em><span style="color:#330099;">atau &#8220;lelehkan dan tuangkan&#8221; karena caranya hanya melelehkan sabun dasaran (belum pakai warna dan pewangi dan tidak berbentuk serta hanya bahan dasar saja yang dipakai), menambahkan warna dan pewangi serta bahan lain untuk meningkatkan mutunya, lalu menuangkannya ke cetakan sabun yang kita kehendaki.  Nah, di sini kita hanya akan membicarakan &#8220;proses dingin&#8221; saja karena inilah sebenarnya pembuatan sabun yang aseli warisan nenek moyang kita.</span></span></span></div>
<div><span style="color:#330099;"><br />
</span></p>
<div><span style="color:#330099;">Bagi yang pernah belajar dan masih ingat, pasti akan sepakat dengan saya bahwa sebenarnya membuat sabun itu mudah sekali atau yang lebih tepat, sederhana sekali.  Bagaimana tidak sederhana;  kita hanya perlu mencampurkan TIGA bahan utama pembuat sabun, yaitu: minyak atau lemak, soda api (NaOH) untuk sabun padat atau KOH untuk sabun cair, dan air atau cairan lain pengganti air.  Sesederhana itukah? Benar sekali, ya memang sesederhana itu!  Hanya saja cara mencampurkan ketiga bahan itulah yang mungkin membuatnya sedikit agak rumit.   Apakah air dicampur dulu dengan minyak lalu ditambah soda, atau minyak dengan soda dahulu atau bagaimana?  Yang lebih rumit lagi, seperti apa sebaiknya perbandingan volume atau berat masing-masing bahan agar tercipta sabun berkualitas atau sabun yang kita idam-idamkan. Itu semua akan kita bahas sebentar nanti.</span></div>
<div><span style="color:#330099;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#330099;">Sebelum kita bahas cara mencampur ketiga bahan tersebut sebaiknya kita ulas dulu masing-masing bahan tersebut.</span></div>
<div><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">Minyak/Lemak. </span></span></div>
<div><span style="color:#330099;">Minyak apa saja yang bisa kita pakai?  Yang terang bukan sebangsa minyak tanah atau bensin </span></div>
<p><img style="float:left;cursor:hand;width:141px;height:200px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://halalsoapmaker.files.wordpress.com/2009/05/bimoli.jpg?w=211" border="0" alt="" /></p>
<div><span style="color:#330099;">dan sejenisnya, tetapi minyak atau lemak yang berasal dari tumbuhan (minyak nabati) maupun dari binatang (lemak hewani). Pada awalnya lemak binatang lebih banyak dipakai daripada minyak nabati, namun sekarang sebagian besar yang dipakai adalah minyak nabati, meskipun masih banyak sabun yang memakai lemak hewan. Di sinilah letak kerawanan sabun bagi umat Islam, karena banyak sabun (terutama yang diimpor dari luar negeri) yang juga memakai lemak hewan yang berasal <span style="color:#000000;"><span style="color:#330099;">dari babi (dalam bahasa Inggris biasanya ditulis sebagai </span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">&#8220;lard&#8221;</span></span><span style="color:#330099;"> sedangkan lemak sapi disebut </span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">&#8220;tallow&#8221;</span></span><span style="color:#330099;">) atau hewan lain yang disembelih tanpa ucapan &#8220;bismillah&#8221; alias bangkai dalam pengertian hukum Islam.  Lemak hewan menghasilkan sabun yang lebih keras,  sedangkan minyak nabati menghasilkan sabun yang lebih lunak.  Salah satu minyak nabati yang bisa menghasilkan sabun yang keras adalah minyak kelapa.  Loh, kok minyak kelapa?! Emangnya sabun dibuat dari minyak kelapa yang dipakai menggoreng kerupuk dan tempe? (Sekarang kebanyakan pakai minyak goreng dari kelapa sawit).  Iya, benar! Demikian juga minyak sawit alias minyak goreng ! Bahkan ada pembuat sabun yang mendaur-ulang minyak jelantah alias minyak bekas menggoreng, sebagai bahan pembuat sabun (sesudah dibersihkan/disaring tentunya dan sabunnya juga hanya untuk mencuci piring atau pakaian saja seharusnya)! Bayangkan saja kalau minyak jelantah penggoreng ikan yang dipakai, sabunnya kita pakai untuk wajah!</span></span></span></div>
<div><span style="color:#330099;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#330099;">Memang semua pabrik atau pembuat sabun tidak memakai nama awam bagi bahan yang sabun yang dipakainya.  Mereka pilih memakai nama Latin seperti </span><span style="font-style:italic;"><span style="color:#330099;">cocus nucifera </span></span><span style="color:#330099;">alias kelapa atau</span><span style="font-style:italic;"><span style="color:#330099;"> oleum cocos</span></span><span style="color:#330099;"> untuk minyak kelapa; </span><span style="font-style:italic;"><span style="color:#330099;">oleum elaeis </span></span><span style="color:#330099;">alias minyak sawit atau minyak goreng; </span><span style="font-style:italic;"><span style="color:#330099;">oleum Maydis <span style="font-style:normal;">alias minyak jagung dan sebagainya.  Mungkin supaya kedengaran keren atau tidak ketahuan bahwa semuanya adalah bahan yang ada di dalam rumah atau dapur kita.</span></span></span></div>
<p><img style="float:right;cursor:hand;width:74px;height:200px;margin:0 0 10px 10px;" src="http://halalsoapmaker.files.wordpress.com/2009/05/olive_oil_2007.jpg?w=100" border="0" alt="" /></p>
<div><span style="color:#330099;">Minyak yang paling umum dipakai adalah minyak sawit.  Murah (di Indonesia, tetapi tidak di Barat sono). Minyak kelapa kan mahal sekarang, kira-kira 2 X harga minyak sawit &#8211; apalagi kalau minyak sawit yang dipakai adalah minyak goreng curah.  Untuk sabun yang lebih eksklusif dan berkelas orang memakai tambahan minyak zaitun (lih.gambar), minyak kedelai, minyak canola, bunga matahari, cocoa butter (mentega cacao) &#8211; semuanya barang impor; ada juga yang namanya </span><em><span style="color:#330099;">shea butter </span></em><span style="color:#330099;">yang bahannya berasal dari Afrika, sangat bagus untuk sabun. Bahkan apa yang banyak dikenal para pembuat kue sebagai mentega putih atau </span><em><span style="color:#330099;">vegetable shortening </span></em><span style="color:#330099;">yang membuat kue renyah, dipakai juga sebagai campuran bahan sabun.  Ada lagi minyak yang disebut RBO alias Rice Bran Oil atau nama Indonesianya Minyak Dedak karena dibuat dari dedak yang dihasilkan waktu menggiling padi.  Meskipun bahannya tersedia dalam jumlah jutaan ton, di Indonesia kelihatannya belum ada yang membuat RBO &#8211; yang kita temukan di super market masih barang impor dari Thailand. RBO ini sangat bagus untuk membuat sabun karena kandungan vitamin E nya sangat tinggi.</span></div>
<div><span style="color:#330099;"> </span></div>
<div><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">Soda-api atau soda kostik (Soda Natrium &#8211; NaOH) </span></span></div>
<div><span style="color:#330099;"><span style="font-weight:bold;"> </span></span><span style="color:#330099;">Ini merupakan zat yang bersifat basa atau alkali, yang dibuat dari abu pembakaran kayu (paling baik dari kayu keras).  Soda-api adalah basa yang kuat dan akan &#8220;membakar&#8221; kulit bila kristal</span></div>
<p><img style="float:left;cursor:pointer;width:200px;height:196px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://halalsoapmaker.files.wordpress.com/2009/05/sodaapi.jpg?w=300" border="0" alt="" /></p>
<div><span style="color:#330099;">/serbuk atau larutannya tersentuh oleh kulit kita.  Pakaian pun bila terpercik olehnya akan bolong jadinya, sama dengan kalau terkena asam sulfat (asam pengisi aki mobil/motor).  Kalau saluran air (wastafel atau bak cuci piring) anda kebetulan tersumbat, soda-api bisa menjadi solusinya.  Itulah makanya soda-api selalu tersedia di toko bahan bangunan.  Namun, </span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">jangan khawatir dulu</span></span><span style="color:#330099;">, mengapa bahan yang begitu berbahaya kok ternyata menjadi bahan utama pembuatan sabun yang anda pakai di kulit termasuk wajah anda.  Di kalangan pembuat sabun ada ungkapan bahwa: </span><span style="font-weight:bold;"><em><span style="color:#330099;">&#8220;bukan sabun kalau tidak memakai soda-api&#8221; </span><span style="font-weight:normal;font-style:normal;"><span style="color:#330099;">(ungkapan ini ada karena sekarang banyak bahan pembersih -termasuk untuk kulit manusia- yang memanfaatkan </span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">deterjen sintetis &#8211; </span></span><span style="color:#330099;">yang sebenarnya tidak ramah kulit &#8211; yang dibuat tanpa bantuan soda-api)</span></span></em></span><span style="color:#330099;">.  Bahkan sabun cair pun harus dibuat memakai &#8220;soda-api&#8221; juga meskipun berbeda jenisnya, yaitu soda kalium atau KOH.  Akan kita lihat nanti apa yang diperankan oleh zat berbahaya ini dalam pembuatan sabun.</span></div>
<div><span style="color:#330099;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">Air</span></span><span style="color:#330099;"> tidak usah kita bahas terlalu panjang karena fungsinya hanya sebagai pelarut soda-api meskipun volume air yang dipakai juga harus ditakar sedemikian rupa, karena banyaknya air yang dipakai akan sangat mempengaruhi konsistensi atau kepadatan/kekerasan sabun yang dihasilkan. Asal tahu saja bahwa dalam hal SoapyNature, kira-kira separuh dari air yang dibutuhkan diganti dengan SUSU (susu sapi atau susu kambing untuk sabun jenis tertentu).</span></div>
<div><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">Saponifikasi atau penyabunan: </span></span><span style="color:#330099;">Nah, kini tiba saatnya kita bicarakan tentang proses terjadinya sabun. Saponifikasi (bukan dari kata &#8220;sapo&#8221; yang dijual di restoran, tetapi dari kata &#8220;savon&#8221; yang artinya sabun) adalah proses bereaksinya lemak atau minyak dengan alkali (soda-api) di mana sifat &#8220;keras&#8221; soda-api akan dijinakkan menjadi netral oleh lemak dan sebaliknya triglycerida yang terkandung dalam minyak/lemak diubah menjadi garam asam lemak dan glycerol atau </span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">glycerin</span></span><span style="color:#330099;">. Dalam hal ini jumlah minyak/lemak yang tersedia harus cukup untuk menetralkan semua alkali yang dipakai &#8211; kalau tidak maka sabun akan bersifat &#8220;keras&#8221; dan bisa merusak kulit.  Kita mengenal istilah </span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">angka </span></span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">saponifikasi </span></span><span style="color:#330099;">yang menunjukkan porsi alkali yang diperlukan untuk mengubah minyak menjadi sabun.  Angka saponifikasi masing-masing jenis minyak berbeda karena kandungan asam lemak mereka juga berbeda.  Angka saponifikasi inilah yang &#8220;harus diketahui&#8221; oleh semua pembuat sabun &#8211; ada tabelnya untuk banyak macam minyak.  Tetapi ada juga program komputer untuk menghitung banyaknya soda-api yang harus dipakai untuk campuran berbagai macam minyak dengan takaran yang berbagai macam pula. Kita bisa mengatur campuran berbagai macam minyak sedemikian rupa agar sabun lebih keras, atau lebih melembabkan, lebih banyak buih &#8220;bubble&#8221; (gelembung-gelembung) atau buih krimnya.</span></div>
<div><span style="color:#330099;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">pH Sabun</span></span></div>
<div><span style="color:#330099;">pH adalah istilah kimia yang menunjukkan tingkat keasaman, kebasaan atau kenetralan suatu zat. Angkanya berkisar dari nol  s/d 14 &#8211; dengan sifat/keadaan netral berada di angka 7.  Makin rendah angkanya (di bawah 7), maka sifat zat itu makin asam sedangkan makin tinggi (diatas 7) berarti makin kuat sifat basanya.  Untuk sabun, pH 7 adalah yang paling bagus karena netral, namun sangat jarang sabun (bahkan sabun komersial) yang pH-nya 7 alias netral.  pH 10 dikatakan masih bisa diterima untuk sabun (bahkan sabun komersialpun ada yang pH-nya 10). Namanya tak usahlah dtulis di sini &#8211; ntar saya bisa dikenai pasal yang dikenakan pada mbak Prita.  Untuk sabun &#8220;handmade&#8221;, makin tua umurnya, pHnya akan makin turun.  SoapyNature yang baru keluar dari cetakan pH-nya juga 10, tetapi yang sudah beberapa bulan, ada yang turun sampai 8. pH bisa diukur memakai kertas lakmus atau bisa juga yang lebih akurat dengan pH meter</span></div>
<div><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;"><br />
</span></span></div>
<div><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">Mengapa membuat sabun sendiri atau mengapa sabun buatan tangan?</span></span></div>
<div><span style="color:#330099;">Sebelum kita melanjutkan bicara tentang proses membuat sabun, saya yakin pertanyaan ini perlu dijawab.  Di atas disebutkan bahwa saponifikasi juga menghasilkan glycerin.  Ini adalah zat cair yang bersifat hidroskopis alias menyerap/mengikat uap air dari udara dan karena itu mampu membuat kulit menjadi lebih lembab, tidak kering.  Nah, di pabrik sabun komersial glycerin ini dipisahkan untuk dijual terpisah &#8211; tetapi pembuat sabun handmade tidak melakukan hal ini sehingga sabun handmade mengandung glycerin alami.  Ada juga sabun pabrik yang ditambahi glycerin secara khusus, tetapi bagi umat Islam disini pula letak kerawanannya. Glycerin dapat dibuat juga dari lemak hewan dan kehalalan lemak tersebut bisa menjadi pertanyaan besar. Membuat sendiri sabun kita juga memberi kita kebebasan menentukan, sabun seperti apa yang kita ingin pakai, meskipun harganya mungkin bisa jatuh lebih mahal daripada sabun pabrik/komersial pada umumnya.</span></div>
<div><span style="color:#330099;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">Membuat larutan soda-api</span></span></div>
<div><span style="color:#330099;">Untuk membuat terjadinya reaksi saponifikasi, soda-api harus dilarutkan terlebih dahulu. Jadi yang harus dicampur pertama kali adalah soda-api dengan air. Seberapa banyak air atau cairan yang harus digunakan untuk melarutkan soda-api yang akan kita</span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;"> </span></span><span style="color:#330099;">pakai? Ada rumus yang menganjurkan perbandingan berat (bukan volume) air dengan minyak yang dipakai sebesar 38%. Ada juga anjuran agar porsi soda-api dalam larutan kurang dari 40% agar sabun yang dihasilkan tidak mengandung sisa soda-api (alias pH-nya mendekati netral).  Yang jelas, ada </span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">larangan</span></span><span style="color:#330099;"> dalam membuat larutan soda-api, yaitu: </span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">jangan membuat larutan soda-api dalam bejana aluminum </span></span><span style="color:#330099;">dan </span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">jangan menuangkan air kedalam bubuk/ kristal soda-api. </span></span><span style="color:#330099;">Aluminum akan bereaksi dan termakan oleh larutan soda-api, dan akan terjadi </span></div>
<p><img style="float:right;cursor:hand;width:200px;height:158px;margin:0 0 10px 10px;" src="http://halalsoapmaker.files.wordpress.com/2009/05/sslye4.jpg?w=300" border="0" alt="" /></p>
<div><span style="color:#330099;"> gejolak/letupan bila soda-api dituangi air &#8211; jadi harus sebaliknya: soda-api dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam air (</span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">harus air dingin &#8211; bahkan kalau bisa pakai es lebih baik/aman</span></span><span style="color:#330099;">) sambil diaduk.  Sesudah soda-api terlarut dalam air, larutan akan menjadi panas (sangat panas). </span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">J</span></span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">angan sampai terpercik ke luar dan mengenai kulit atau pakaian kita </span></span><span style="color:#330099;">(pakailah sarung tangan, baju lengan panjang dan gogle pelindung mata)</span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">. </span></span><span style="color:#330099;"> Larutan soda-api yang panas ini harus dibiarkan dulu di tempat aman sampai menjadi dingin sebelum dicampur dengan minyak (agar cepat dingin rendam bejananya dalam bak air yang mengalir).</span></div>
<div><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">Superfatting </span></span></div>
<div><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;"> </span></span><span style="color:#330099;">Istilah ini kalau di-Indonesiakan artinya adalah &#8220;melebihkan minyak&#8221;. Istilah ini mendasarkan diri pada minyak/lemaknya sedangkan kalau dilihat dari segi soda-api (lye) nya, istilahnya disebut </span><span style="font-weight:bold;"><em><span style="color:#330099;">&#8220;lye discount&#8221;</span></em><span style="color:#330099;"> </span></span><span style="color:#330099;">alias &#8220;pengurangan soda-api&#8221;.  Secara sederhana maksudnya adalah, tidak semua minyak yang dipakai akan diikat atau diubah oleh soda-api menjadi garam asam lemak &#8211; berarti masih ada minyak yang tersisa yang terkandung dalam sabun.  Pada umumnya sabun </span><em><span style="color:#330099;">handmade (begitu pula halnya dengan SoapyNature) </span></em><span style="color:#330099;">memanfaatkan opsi ini dengan 5% superfatting alias, sebanyak 5% minyak yang dipakai tetap ada di dalam sabun untuk melembabkan kulit, apalagi kalau dalam campurannya terdapat minyak zaitun yang berkhasiat bagus untuk kulit!  Superfatting juga membantu agar pH sabun nanti lebih mendekati netral karena alkali-nya akan bereaksi semua dengan minyak</span></div>
<div>
<p style="margin-bottom:.0001pt;widows:2;orphans:2;"><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">Menyiapkan campuran minyak</span></span></p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;widows:2;orphans:2;"><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;"><strong><span style="font-weight:normal;"><span style="color:#330099;">Ada banyak resep yang bisa kita pakai dengan segala macam campuran minyak yang bisa kita peroleh atau bila anda cukup kreatif bisa saja bereksperimen sendiri dengan berbagai campuran minyak.  Semua resep yang ada biasanya sudah menunjukkan pula berapa soda-api yang diperlukan. Satu hal penting untuk diperhatikan adalah bahwa semua resep berdasarkan </span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">berat </span></span><span style="color:#330099;">(</span></span><span style="color:#330099;">bukan dalam volume</span><span style="font-weight:normal;"><span style="color:#330099;">) apapun juga satuan beratnya sehingga diperlukan timbangan yang akurat, sebaiknya timbangan digital.  Yang penting dan harus diperhatikan dalam meracik campuran minyak adalah sifat masing-masing minyak itu sendiri yang dipengaruhi oleh jenis asam lemak yang dikandungnya.   Minyak kelapa misalnya, mempunyai kandungan asam laurat yang tinggi (hampir 50%) sehingga pengaruhnya pada sabun adalah lebih keras konsistensinya, lebih kuat daya penghilang lemaknya (membersihkan dengan lebih baik), dan lebih banyak busa gelembung (bubble)nya.  Karena lebih menghilangkan lemak di kulit, maka terlalu banyak minyak kelapa dalam racikan/resep sabun akan menyebabkan sabun yang dihasilkan bisa membuat kulit cenderung kering.  Lain dengan minyak zaitun yang sangat tinggi kandungan asam oleatnya sehingga satu-satunya kelebihan penting sekali yang dimiliki minyak zaitun adalah sifat </span></span><em><span style="color:#330099;">&#8220;conditioning&#8221;, </span></em><span style="font-weight:normal;"><span style="color:#330099;"> melembabkan dan melembutkan kulit. Begitu juga dengan RBO alias Minyak Dedak.</span></span></strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;widows:2;orphans:2;"><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">Mencampurkan Larutan Soda-api dengan Campuran Minyak</span></span></p>
</div>
<p style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="color:#330099;"> </span></p>
<div><span style="color:#330099;">Ini tidak boleh dilakukan pada saat salah satu dari keduanya masih panas suhunya &#8211; jadi </span></div>
<p><img style="float:left;cursor:pointer;width:200px;height:150px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://halalsoapmaker.files.wordpress.com/2009/05/sscpsoap4.jpg?w=300" border="0" alt="" /></p>
<div><span style="color:#330099;">suhunya harus kira-kira sama dengan suhu ruangan kita.  Caranya, kita tuangkan pelahan-lahan larutan soda-api ke dalam minyak, sambil diaduk pelahan-lahan.  Bila semua sudah tertuang, harus diaduk terus (gerakkan pengaduk membuat angka <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> sampai tercapai keadaan yang dinamakan </span><span style="font-weight:bold;"><em><span style="color:#330099;">&#8220;trace&#8221; </span><span style="font-weight:normal;"><span style="font-style:normal;"><span style="color:#330099;">(bila pengaduk digoreskan ke permukaan adonan akan meninggalkan bekas goresan atau ketika pengaduk diangkat ada adonan yang ikut menempel dan mengucur seperti tali dari ujungnya) atau dengan kata lain menjadi kental, tetapi tidak terlalu kental.  Kalau mau, dan bahkan lebih baik, pengadukan bisa dilakukan dengan &#8220;stick blender&#8221; atau &#8220;mixer&#8221; yang biasa dipakai membuat adonan kue &#8211; gunakan kecepatan rendah atau sedang saja.  Kalau dengan &#8220;stick blender&#8221; trace bisa terjadi sangat cepat.  Pengadukan bisa memerlukan waktu sampai 20-30 menit sebelum &#8220;trace&#8221; tercapai.  Pada saat awal tercapainya &#8220;trace&#8221; merupakan saat tepat untuk menambahkan pewarna ataupun pewangi bila diinginkan.</span></span></span></em></span></div>
<div><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">Mengimbuhkan warna dan aroma</span></span></div>
<div><span style="color:#330099;">Ini sangat tergantung selera.  Saya pakai istilah aroma dan bukan pewangi karena ada yang suka aroma yang tidak wangi tetapi sedap seperti berbagai rempah-rempah, misalnya kayumanis. Yang perlu diketahui tentang aroma adalah ada pewangi alami (termasuk rempah-rempah, minyak atsiri -cengkeh, pala, bunga mawar, melati, dsb) dan aroma sintetis/buatan yang bisa meniru/memalsukan segala macam aroma.  Yang baik tentu saja yang alami meskipun banyak orang lebih tertarik pada bau/aroma yang wangi tanpa peduli apakah bahannya sintetis atau alami.  Padahal kata para ahli, pewangi sintetis bisa berpengaruh pada kesehatan kulit (alergi) sedangkan yang alami lebih jarang menimbulkan alergi.  Bisa dipastikan semua sabun pabrik yang wanginya kuat menyengat bahan pewanginya sintetis, karena minyak atsiri yang dipakai sebagai pewangi harganya sangat mahal dan aromanya cenderung lembut.  Kita juga harus berhati-hati kalau memakai pewangi sintetis (umumnya disebut sebagai FO atau fragrant oil) karena ada jenis tertentu yang cenderung membuat adonan sabun cepat sekali mengental!  Saya pernah mengalaminya juga dan ini bisa sangat merepotkan kalau cetakan sabun yang kita pakai menuntut adonan sabun tidak terlalu kental (misalnya cetakan dari pipa PVC). </span></div>
<div><span style="color:#330099;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#330099;">Tentang pewarna, agak lebih sulit karena pewarna yang diperdagangkan dan harganya terjangkau lebih banyak berbasis air sedangkan untuk sabun, yang baik adalah yang berbasis minyak (kan bahan sabunnya dari minyak).  Bisa juga memakai pewarna alami seperti kunyit, kayumanis, indigo/nila, atau yang dibuat dari alam adalah senyawa oxide (titanium dioxide, iron oxide), aquamarine, bentonit dsb. Bentonit malah juga bisa berfungsi sebagai exfolian (scrub). Serbuk habatussauda memberi warna hitam sekaligus sebagai exfoliant, demikian juga dengan serbuk kayumanis (warna cokelat tua).</span></div>
<div><span style="color:#330099;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-weight:bold;"><em><span style="font-weight:normal;"><span style="font-style:normal;"><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#330099;">Mencetak sabun</span></span></span></span></em></span></div>
<div><span style="font-weight:bold;"><em><span style="font-weight:normal;"><span style="font-style:normal;"><span style="color:#330099;"><span style="font-weight:bold;"> </span></span><span style="color:#330099;">Bila &#8220;trace&#8221; telah tercapai dan warna serta pewangi telah dicampurkan, tibalah saatnya sabun kita cetak.  Anda bisa menggunakan apa saja sebagai cetakan asal bahannya bukan aluminum. Sebelum dituangi adonan cetakannya diolesi dulu dengan lemak/minyak atau vaselin agar tidak lengket.  Bisa juga dialasi dengan kain basah (diperas) atau kertas berlapis platik (yang biasa dipakai membungkus makanan olahan termasuk nasi.  Pipa pvc dapat juga dipakai sebagai cetakan yang praktis meskipun terkadang kalau sabun sudah keras bisa sulit keluar dari cetakan (bila terjadi masukkan dulu semua ke dalam freezer selama 10-20 menit &#8211; sabun akan mudah keluar dari pipa). </span></span></span></em></span></div>
<div><span style="color:#330099;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#330099;">Sesudah semua dituang/dicetak, meraka harus ditutup dengan kertas tissue (towel paper), lalu diselimuti berlapis-lapis (agar panas yang terjadi tidak hilang ke luar) antara 8 &#8211; 24 jam baru bisa dikeluarkan dari cetakan. Dalam 2-3 jam sesudah dituang ke cetakan dan diselimuti rapat, adonan sabun akan menjadi sangat panas meskipun masih bisa dipegang wadahnya.  Pada saat itu adonan sabun mengalami fase jel (berubah menjadi jel).  Bahkan sesudah lebih dari 12 jam pun, asal selimutnya belum dibuka, masih akan tetap panas. Namun ada pembuat sabun, termasuk saya yang kadang tidak suka dengan fase jel ini (karena membuat warna sabun jadi sangat lebih tua) sehingga sesudah dituang di cetakan tidak diselimuti.</span></div>
<div><span style="color:#330099;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#330099;">Terserah pada anda bagaimana anda mau memotong sabunnya bila sudah keluar dari cetakan.  Yang perlu diperhatikan adalah, sabun perlu waktu untuk </span><em><span style="color:#330099;">&#8220;</span></em><em><span style="color:#330099;">curing&#8221; </span></em><span style="color:#330099;">atau menjadi matang  antara 2- 6 minggu (pada prakteknya saya biasa memakai sabun yang saya bikin dengan aman sesudah satu minggu) dengan ditaruh di tempat terbuka dan berangin.</span></div>
<div><span style="color:#330099;"><br />
</span></div>
<div><span style="color:#330099;">Selamat mencoba bagi yang berminat &#8211; kalau perlu silahkan bertanya ke soapynature@gmail.com</span></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/halalsoapmaker.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/halalsoapmaker.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/halalsoapmaker.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/halalsoapmaker.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/halalsoapmaker.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/halalsoapmaker.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/halalsoapmaker.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/halalsoapmaker.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/halalsoapmaker.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/halalsoapmaker.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/halalsoapmaker.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/halalsoapmaker.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/halalsoapmaker.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/halalsoapmaker.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=78&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/05/23/cara-membuat-sabun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5fae7a4893f92a23175037c9306c0ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">halalsoapmaker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://halalsoapmaker.files.wordpress.com/2009/05/bimoli.jpg?w=211" medium="image" />

		<media:content url="http://halalsoapmaker.files.wordpress.com/2009/05/olive_oil_2007.jpg?w=100" medium="image" />

		<media:content url="http://halalsoapmaker.files.wordpress.com/2009/05/sodaapi.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://halalsoapmaker.files.wordpress.com/2009/05/sslye4.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://halalsoapmaker.files.wordpress.com/2009/05/sscpsoap4.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KHASIAT BERBAGAI BAHAN ISIAN SABUN</title>
		<link>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/03/26/khasiat-berbagai-bahan-isian-sabun/</link>
		<comments>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/03/26/khasiat-berbagai-bahan-isian-sabun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 04:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>halalsoapmaker</dc:creator>
				<category><![CDATA[SoapyNature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/03/26/khasiat-berbagai-bahan-isian-sabun/</guid>
		<description><![CDATA[Susu Susu mengandung asam beta hydroxy alami yang tidak saja berfungsi sebagai peeling yang mengikis kotoran dan mengelupas kulit mati, tetapi juga memperhalus lapisan di bawahnya. Susu membuat kulit menjadi halus, bersinar dan tidak bersisik. Selain itu, kandungan protein dalam susu juga berguna sebagai suplai nutrisi yang berfungsi melembabkan sekaligus melapisi permukaan kulit agar lebih halus dan kenyal. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=73&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-weight:bold;"><span style="font-size:large;">Susu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="color:#ffff66;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-weight:bold;"> </span></span></span></p>
<p><img style="float:left;cursor:hand;width:144px;height:144px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/ScsQPR9QI_I/AAAAAAAAAFI/Kek_33WNZP0/s320/milk.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="font-family:Arial;" lang="SV"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-weight:bold;">Susu mengandung asam beta hydroxy alami yang tidak saja berfungsi sebagai peeling yang mengikis kotoran dan mengelupas kulit mati, tetapi juga memperhalus lapisan di bawahnya. Susu membuat kulit menjadi halus, bersinar dan tidak bersisik. Selain itu, kandungan protein dalam susu juga berguna sebagai suplai nutrisi yang berfungsi melembabkan sekaligus melapisi permukaan kulit agar lebih ha</span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-weight:bold;">lus dan ke</span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-weight:bold;">nyal.</span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-weight:bold;"> </span></span><span style="font-weight:bold;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">(berbagai sumber)</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="font-weight:bold;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#008000;">TEH HIJAU</span></span></span></p>
<p><img style="float:right;cursor:hand;width:144px;height:144px;margin:0 0 10px 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/ScsRro1iecI/AAAAAAAAAFQ/azmWiJR3Nrw/s320/TehHijau.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="color:#66ff99;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008080;">Teh hijau m</span></span><span style="color:#000000;"><span style="color:#66ff99;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008080;">erupakan antiseptik alami yang meredakan peradangan, bengkak dan gatal pada kulit.</span></span></span><span style="color:#66ff99;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008080;"> </span></span></span><span style="color:#66ff99;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008080;">Termasuk juga luka karena terbakar matahari dan sebagainya. Teh hijau juga dapat digunakan untuk mengempiskan jerawat, kulit terbakar bahkan kelopak mata yang membengkak. Pada uji lab, teh hijau mampu melindungi kulit dari bahaya sinar UV yang memicu munculnya kanker kulit, baik dengan cara </span></span><span style="color:#000000;"><span style="color:#66ff99;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008080;">meminumnya atau mengoleskannya langsung pada kulit.</span></span></span><span style="color:#66ff99;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008080;"> </span></span></span></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="color:#66ff99;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008080;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#66ff99;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008080;">Selain diseduh dan diminum langsung, manfaat teh juga bisa kita rasakan jika kita mandi menggunakan ramuan teh hijau, khususnya untuk mengobati peradangan akibat penyakit kulit.</span></span></span><span style="color:#66ff99;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008080;"> </span></span></span><span style="color:#66ff99;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008080;">Dalam sebuah studi yang dilakukan peneliti dari fakultas kedokteran Universitas Georgia dan dipublikasikan dalam jurnal Experimental Dermatology, disimpulkan bahwa teh hijau efektif mengobati peradangan akibat penyakit kulit seperti psoriasis, bahkan lesi kulit yang berkaitan dengan penyakit lupus. </span></span></span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#66ff99;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#008000;">(berbagai sumber)</span></span></span></span></p>
<p><img style="float:left;cursor:hand;width:211px;height:159px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/ScsgL-1KalI/AAAAAAAAAGY/UQWbnrJP9Og/s320/Madu.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#ffcc66;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#ff9933;">MADU</span></span></span></span></p>
<h4><span style="color:#ff9933;">Sejak dahulu madu telah digunakan sebagai bahan dasar</span><span style="color:#ff9933;"> perawatan kulit. Selain teksturnya yang lembut, kandungan madu sangat kaya akan vitamin, mineral, antioksidan dan potasium yang dapat digunakan sebagai pelembab, penyegar bahkan masker wajah. Selain itu madu juga mengandung antibiotika sebagai antibakteri dan antiseptik menjaga luka.</span><span style="color:#ff9933;"> </span><span style="color:#ff9933;">Madu merupakan </span><span style="color:#ff9933;">humectant</span><span style="color:#ff9933;"> yang berarti memiliki kemampuan untuk menarik dan mengikat kelembaban. </span></h4>
<h4><span style="color:#ff9933;">Zat alami yang terkandung dalam madu membantu tubuh menjalankan fungsinya dalam melembabkan kulit. Lebih dari itu, madu alami cocok untuk segala jenis kulit, bahkan bagi kulit </span><span style="color:#ff9933;"> yang sangat sensitif sekalipun. Sebuah penelitian terbaru menyebutkan efektivitas madu sebagai </span><span style="color:#ff9933;">antimicrobial agent</span><span style="color:#ff9933;">, yang berfungsi mencegah pertumbuhan bakteri. Kandungan </span><span style="color:#ff9933;">antimicrobial</span><span style="color:#ff9933;"> dalam madu membuatnya bermanfaat dalam perawatan jerawat ringan. </span><span style="color:#ff9933;">(berbagai sumber)</span></h4>
<p class="MsoNormal"><span style="font-weight:bold;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#ff00ff;">WORTEL</span></span></span></p>
<p><img style="float:right;cursor:hand;width:96px;height:64px;margin:0 0 10px 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/ScscEtELTFI/AAAAAAAAAGA/ab1L-TJIrZE/s320/Wortel.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="color:#ff6600;"><span style="font-weight:normal;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#ff3399;">Wortel dapat digunakan untuk menghaluskan kulit.</span></span></span></span><span style="color:#ff6600;"><span style="font-weight:normal;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#ff3399;"> </span></span></span></span><span style="color:#ff6600;"><span style="font-weight:normal;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#ff3399;">Kandungan Beta carotene dalam buah ini juga merupakan anti oksidan yang dapat membantu memperlambat proses penuaan.</span></span></span></span><span style="color:#ff6600;"><span style="font-weight:normal;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#ff3399;"> </span></span></span></span><span style="color:#ff6600;"><span style="font-weight:normal;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#ff3399;">Wortel dapat dimanfaatkan untuk facial terutama bila kulit anda normal cenderung berminyak. Kandungan vitamin A dan C-nya yang tinggi sangat baik untuk kulit wajah. </span></span></span></span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#ff6600;"><span style="font-weight:normal;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#ff3399;">(berbagai sumber)</span></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#33cc00;"><span style="font-weight:bold;">LIDAH BUAYA</span></span></span></span></p>
<p><img style="float:left;cursor:hand;width:142px;height:102px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/ScsYqn8kwwI/AAAAAAAAAFo/-sBQRDjfsLQ/s320/Lidahbuaya.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#006666;">Gel lidah buaya seringkali digunakan untuk mengobati luka gores, tersayat, gigitan serangga dan ruam. Lidah buaya diduga juga jadi bahan rahasia kecantikan Cleopatra.</span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#006666;"> </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#006666;">Jika Anda bermasalah dengan jerawat atau memiliki kulit berminyak, lidah buaya bisa jadi pilihan bagus untuk perawatan wajah. Ph pada lidah buaya mengembalikan keseimbangan kulit sekaligus membersihkan kulit yang bernoda.</span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#006666;"> </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#006666;">Lidah buaya juga melembabkan kulit. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="color:#33cc00;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#006666;">Zat lignin yang dikandungnya diyakini dapat menembus sekaligus meresap ke dalam kulit serta menahan hilangnya cairan dari permukaan kulit. Dengan demikian kulit jadi tidak cepat kering sementara kelembapannya tetap terjaga.</span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#006666;"> </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#006666;">Kandungan enzim </span></span><em><span style="font-size:small;"><span style="color:#006666;">cellulose, amylose,</span></span></em><span style="font-size:small;"><span style="color:#006666;"> protein dan biogenik simulator merupakan zat aktif dapat membantu metabolisme dan merangsang pertumbuhan dan regenerasi se-sel kulit. </span></span><span style="font-weight:bold;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#006666;">(berbagai sumber)</span></span></span><span style="font-size:medium;"><br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="font-weight:bold;font-family:Arial;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#ff0000;">PAPAYA</span></span></span></p>
<p><img style="float:right;cursor:hand;width:81px;height:61px;margin:0 0 10px 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/ScsZxtb-lRI/AAAAAAAAAFw/dhp4jtGB9p8/s320/Papaya.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="color:#ff0000;font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;" lang="SV"><span style="font-size:small;">Buah pepaya mengandung getah berwarna putih yang mengandung enzim pemecah protein yang populer dengan sebutan papain. </span><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:small;">Papain bisa melarutkan sel-sel mati yang melekat pada kulit dan sukar terlepas secara fisik. Noda dan flek di wajah bisa </span><span style="font-family:Arial;" lang="SV"><span style="font-size:small;">dikikis oleh papain hingga m</span><span style="font-family:Arial;" lang="SV"><span style="font-size:small;">enjadi mulus dan bersih.</span><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:small;">Papain pun mengandung 1,2% sulfur yang berfungsi mengobati penyakit kulit seperti jerawat, kutil, dan bekas luka. </span><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:small;">Lebih dari 50 asam amino terkandung dalam getah </span></span><span style="font-size:x-small;">pepaya bersatu padu menjadi bahan baku industri kosmetik untuk menghaluskan kulit dan menguatkan jaringan agar lebih kenyal. </span><span style="font-weight:bold;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">(berbagai sumber</span></span></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="font-weight:bold;"><span style="font-size:large;"><span style="color:#ffcc33;">KUNYIT</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p><img style="float:left;cursor:hand;width:128px;height:95px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://1.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/Scsa1PP7WqI/AAAAAAAAAF4/QNwo6p-Llrs/s320/Kunyit.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="font-weight:bold;"><span style="font-weight:normal;" lang="SV"><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#ff9900;">Kunyit</span></span></span></span></span><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#ff9900;"> bermanfaat sebagai antioksidan, antiseptik, antibakteri, antijamur dan antialergi. Kunyit dapat menghilangkan gatal-gatal di kulit, serta berfungsi sebagai stimulan hingga peredaran darah lancar.</span></span></span><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#ff9900;"> </span></span></span><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#ff9900;">Untuk pemakaian pada kulit, secara tradisional kunyit banyak dipakai u</span></span><span style="color:#000000;"><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#ff9900;">ntuk infeksi kulit. </span></span></span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#ff9900;">(berbagai sumber)</span></span></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="color:#ff6600;"><span style="font-weight:bold;"><span style="font-size:large;"><span style="font-family:arial;">LABU KUNING</span></span></span></span></p>
<p><img style="float:right;cursor:hand;width:128px;height:96px;margin:0 0 10px 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/Scse74aW_iI/AAAAAAAAAGQ/kGoWjw-y47E/s320/Labu.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="color:#ff6600;"><span style="font-family:arial;"><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c17400;">Labu kuning sangat cocok untuk eksema (eksim).</span></span></span><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c17400;"> </span></span></span><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c17400;">Labu kuning berkhasiat melindungi dan menyejukkan luka, kulit kasar dan mencegah kulit bersisik.</span></span></span><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c17400;"> </span></span></span><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c17400;">Labu kuning kaya akan komponen alami seperti vitamin A dan C, B, betakaroten anti-oksidan dan banyak lagi.</span></span></span><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c17400;"> </span></span></span><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c17400;">Labu juga mengandung enzim dan asam salicylic, asam lactic dan asam ascorbic, yang secara lembut mengelupas bagian kulit yang bersisik.</span></span></span><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c17400;"> </span></span></span><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c17400;">Labu kuning mengurangi oksidasi dan efek radikal bebas di kulit, </span></span></span><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c17400;">memberikan nutrisi ke kulit dan merangsang penyembuhan, membuat kulit bersinar dan terlihat sehat.</span></span></span><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c17400;"> </span></span></span><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#ffcc33;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c17400;">(berbagai sumber)</span></span></span></span><span style="font-size:medium;"><br />
</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;"><span style="color:#ff6600;font-weight:bold;"><span style="font-family:arial;"><span style="font-size:medium;"><br />
</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:7.5pt 0 11.25pt;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/halalsoapmaker.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/halalsoapmaker.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/halalsoapmaker.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/halalsoapmaker.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/halalsoapmaker.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/halalsoapmaker.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/halalsoapmaker.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/halalsoapmaker.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/halalsoapmaker.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/halalsoapmaker.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/halalsoapmaker.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/halalsoapmaker.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/halalsoapmaker.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/halalsoapmaker.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=73&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/03/26/khasiat-berbagai-bahan-isian-sabun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5fae7a4893f92a23175037c9306c0ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">halalsoapmaker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/ScsQPR9QI_I/AAAAAAAAAFI/Kek_33WNZP0/s320/milk.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/ScsRro1iecI/AAAAAAAAAFQ/azmWiJR3Nrw/s320/TehHijau.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/ScsgL-1KalI/AAAAAAAAAGY/UQWbnrJP9Og/s320/Madu.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/ScscEtELTFI/AAAAAAAAAGA/ab1L-TJIrZE/s320/Wortel.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/ScsYqn8kwwI/AAAAAAAAAFo/-sBQRDjfsLQ/s320/Lidahbuaya.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/ScsZxtb-lRI/AAAAAAAAAFw/dhp4jtGB9p8/s320/Papaya.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/Scsa1PP7WqI/AAAAAAAAAF4/QNwo6p-Llrs/s320/Kunyit.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/Scse74aW_iI/AAAAAAAAAGQ/kGoWjw-y47E/s320/Labu.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia di balik mutu sabun yang baik: seberapakah mutu SoapyNature?</title>
		<link>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/02/08/rahasia-di-balik-mutu-sabun-yang-baik/</link>
		<comments>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/02/08/rahasia-di-balik-mutu-sabun-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 09:04:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>halalsoapmaker</dc:creator>
				<category><![CDATA[SoapyNature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halalsoapmaker.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Apa saja yang mempengaruhi mutu sabun? Enak atau tidaknya sebuah hidangan sangat tergantung pada bahan yang kita masak tentunya.  Makan nasi yang pulen dari beras pilihan dengan lauk yang lengkap bagi sebagian besar orang Indonesia jelas lebih lezat daripada makan bulgur atau nasi jagung dengan lauk sekedarnya.  Bahan pembuat lauk pun dan cara memasaknya juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=25&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol style="padding-left:30px;">
<li> <strong> Apa saja yang mempengaruhi mutu sabun?</strong></li>
</ol>
<p style="padding-left:30px;">Enak atau tidaknya sebuah hidangan sangat tergantung pada bahan yang kita masak tentunya.  Makan nasi yang pulen dari beras pilihan dengan lauk yang lengkap bagi sebagian besar orang Indonesia jelas lebih lezat daripada makan bulgur atau nasi jagung dengan lauk sekedarnya.  Bahan pembuat lauk pun dan cara memasaknya juga akan mempengaruhi kelezatan makanan kita.  Untuk sabun, setali tiga uang; bahan yang diracik untuk membuat sabun dan cara mengolahnya sangat mempengaruhi mutu sabun dalam arti enak, aman dipakai dan memenuhi tujuan si pemakai tentunya.</p>
<p style="padding-left:30px;">Lha apa saja bahan pembuat sabun?</p>
<p style="padding-left:30px;">Bahan dasarnya adalah minyak atau lemak, bisa hewani ataupun nabati dan ada yang campuran.  Tentang minyak, terutama yang nabati, ada sabun yang hanya memakai satu macam minyak saja, ada juga yang memakai sampai belasan macam minyak.  Nah, jenis minyak yang dipakai serta racikan atau resepnya, perbandingan takaran masing-masing minyak sangat berpengaruh pada mutu sabun yang dihasilkan.</p>
<p style="padding-left:30px;">Saponifikasi</p>
<p style="padding-left:30px;">Agar menjadi sabun, minyak harus diolah melalui sebuah proses yang disebut saponifikasi, yakni bereaksinya asam lemak dengan basa atau alkali, dalam hal ini adalah NaOH (di pasaran disebut soda api) untuk sabun padat, atau KOH untuk membuat sabun cair.  Masing-masing jenis minyak mempunyai angka saponifikasi yang berbeda satu sama lain.  Angka saponifikasi menunjukkan seberapa banyak soda yang diperlukan agar minyak tersebut berubah menjadi sabun.  Berarti, makin banyak jenis minyak yang dipakai agak makin rumit hitungannya.</p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>Super-fatting</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Bila soda yang dipakai terlalu banyak, sabun akan menjadi &#8220;keras&#8221; dalam arti bisa berbahaya bagi kulit karena bersifat terlalu basa/alkali.  Minimal kulit akan kering dan bisa terasa gatal-gatal.  Bila jumlah soda yang dipakai kurang, akan ada minyak yang tidak tersaponifikasi, artinya sabunnya mengandung minyak.  Sampai batas tertentu ini bagus dan banyak pembuat sabun yang dengan sengaja membuatnya demikian karena minyak membuat kulit menjadi lembab.  Istilah persabunannya adalah &#8220;super-fatting&#8221; dan biasanya &#8220;super-fatting&#8221; antara 5% sampai 8% malah dianjurkan.</p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>Peranan jenis minyak dalam mempengaruhi mutu sabun</strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><strong> </strong>Minyak atau lemak mengandung berbagai macam asam lemak yang satu sama lain berbeda.  Ada sederet nama asam lemak yang terkandung dalam minyak/ lemak bahan sabun: asam oleat, palmitat, ricinoleat, laurat, linoleat, linolenat, stearat dan myristat adalah yang paling penting.   Satu minyak bisa mengandung satu atau beberapa asam lemak ini.</p>
<p style="padding-left:30px;">Nah, masing-masing asam lemak ini pun punya khasiat sendiri terhadap sabun, yaitu dari segi keras/lembeknya sabun, daya bersihnya (kemampuannya mengikat lemak di kulit),  daya pelembabnya, dan kemampuan menghasilkan busa.  Ada dua macam busa yang bisa dihasilkan: busa berbuih/gelembung yang cepat hilang dan/atau busa krim yang lebih stabil, tahan lebih lama. Lihat tabel sifat asam lemak di bawah.</p>
<table class="MsoTableGrid" style="padding-left:30px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="110" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="87" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong>Kepadatan/</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>kekerasan</strong></p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong>Daya   bersih</strong></p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong>Daya   pelembut/ penghalus</strong></p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong>Busa   buih</strong></p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong>Busa   krim</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="110" valign="top">
<p class="MsoNormal">Laurat</p>
</td>
<td width="87" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="110" valign="top">
<p class="MsoNormal">Myristat</p>
</td>
<td width="87" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="110" valign="top">
<p class="MsoNormal">Palmitat</p>
</td>
<td width="87" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="110" valign="top">
<p class="MsoNormal">Stearat</p>
</td>
<td width="87" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="110" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ricinoleat</p>
</td>
<td width="87" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="110" valign="top">
<p class="MsoNormal">Oleat</p>
</td>
<td width="87" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="110" valign="top">
<p class="MsoNormal">Linoleat</p>
</td>
<td width="87" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="110" valign="top">
<p class="MsoNormal">Linolenat</p>
</td>
<td width="87" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">
</td>
<td width="98" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ya</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="padding-left:30px;">Nah, sekarang kita kaji berbagai asam lemak itu; terkandung dalam minyak apa saja mereka, terutama yang dipakai membuat sabun SoapyNature.  Semuanya ada 7 macam minyak/lemak yang berbeda yang dipakai dalam pembuatan SoapyNature: minyak kelapa, minyak sawit, minyak zaitun dan mentega putih  (vegetable shortening) sebagai bahan utama, ditambah minyak castor, minyak habatussauda (hanya untuk SoapyNature habatussauda) dan asam stearat.</p>
<p class="MsoNormal" style="padding-left:30px;">
<ul style="padding-left:30px;">
<li>Minyak kelapa: menghasilkan sabun yang keras dengan busa gelembung banyak&#8230;. daya bersihnya sangat tinggi sehingga cenderung membuat kulit terasa kering;</li>
<li>Minyak Sawit: sabunnya juga keras dan busanya cukup bagus.</li>
<li>Minyak Zaitun: sabun yang dihasilkan cenderung empuk tetapi kemampuannya melembabkan kulit sangat tinggi.</li>
<li>Mnyak kastor: sangat melembabkan kulit dan busanya sangat banyak, tetapi sabun cenderung menjadi sangat lunak.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="padding-left:30px;">Jadi diperlukan perhitungan yang cukup njlimet menyangkut perbandingan ukuran atau jumlah berbagai macam minyak yang akan dipakai. Para ahli sabun telah merumuskan rentang angka bagi masing-masing sifat utama (kepadatan, daya bersih &#8211; utamanya untuk lemak, daya pelembab, banyaknya busa bui, dan banyaknya busa krim) yang harus dimiliki sabun yang baik dan SoapyNature diupayakan untuk mendekati standar yang ditetapkan tersebut, sebagaimana terlihat dalam tabel perbandingan di bawah ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="padding-left:30px;">Ini berarti, racikan sabun akan menghasilkan sabun yang memenuhi lima sarat tersebut di atas, bila hitungan angkanya masih berada di dalam rentang yang dianjurkan.  Untuk masing-masing racikan sabun, angka tersebut dapat dihitung dengan sebuah program komputer, dan hitungan yang dilakukan terhadap beberapa jenis SoapyNature menghasilkan angka rata-rata sebagai berikut:</p>
<table style="padding-left:30px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="155"><strong>Sifat Yang diukur</strong></td>
<td width="68"><strong>Standar</strong></td>
<td width="87"><strong>SoapyNature</strong></td>
<td width="189"><strong>Keterangan</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="155"><strong>Kepadatan/kekerasan</strong></td>
<td width="68">36 &#8211; 50</td>
<td width="87">43 – 50</td>
<td width="189">Lebih banyak minyak kelapa,   lebih keras.</td>
</tr>
<tr>
<td width="155"><strong>Daya bersih</strong></td>
<td width="68">12 &#8211; 22</td>
<td width="87">19 – 22</td>
<td width="189">Tergantung pada kandungan   minyak kelapa</td>
</tr>
<tr>
<td width="155"><strong>Daya pelembut &amp; pelembab</strong></td>
<td width="68">45 &#8211; 80</td>
<td width="87">47 &#8211; 54</td>
<td width="189">Tergantung pada kandungan   olive oil. SoapyNature Zaituna50 paling tinggi.</td>
</tr>
<tr>
<td width="155"><strong>Busa buih </strong></td>
<td width="68">14 &#8211; 33</td>
<td width="87">23 &#8211; 25</td>
<td width="189">Lebih banyak kalau banyak   minyak kelapa</td>
</tr>
<tr>
<td width="155"><strong>Busa krim</strong></td>
<td width="68">16 &#8211; 35</td>
<td width="87">24 -34</td>
<td width="189">Banyak dipengaruhi oleh   minyak sawit</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="padding-left:30px;">Semua jenis SoapyNature memang diracik sedemikian rupa agar hasil sabunnya berada dalam rentang yang dianjurkan, mendekati angka yang maksimal yang masih mungkin dicapai.  SoapyNature <em>Zaituna 50-Susu-Madu </em>terbukti daya pelembabnya paling tinggi.  Itulah sebabnya SoapyNature Zaituna50 Susu-Madu paling baik untuk kulit yang kering<em>. </em> Perlu juga dicatat bahwa bahwa dalam hal SoapyNature, tingkat mutu yang terpapar di atas, hanya berdasarkan racikan berbagai minyak yang dipakai saja, sehingga masih harus ditambah dengan adanya bahan &#8220;isian&#8221; yang masing-masing punya khasiat sendiri, di samping sebagian besar punya khasiat sebagai anti-oksidan.  (lihat juga artikel terpisah tentang <em>Zaituna50 Susu/Madu </em>dan artikel <em>Khasiat Berbagai Isian Sabun</em>).</p>
<p class="MsoNormal">Nah, dengan paparan yang cukup rinci ini semoga anda dapat membuat keputusan sendiri apakah akan terus memakai sabun buatan pabrik atau sabun handmade yang bahan dasarnya sesuai dengan kebutuhan kulit anda &#8211; pilhan yang berdasarkan ilmu tidak sekedar asal comot.</p>
<p class="MsoNormal">Selamat memilih.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/halalsoapmaker.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/halalsoapmaker.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/halalsoapmaker.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/halalsoapmaker.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/halalsoapmaker.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/halalsoapmaker.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/halalsoapmaker.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/halalsoapmaker.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/halalsoapmaker.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/halalsoapmaker.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/halalsoapmaker.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/halalsoapmaker.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/halalsoapmaker.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/halalsoapmaker.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=25&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/02/08/rahasia-di-balik-mutu-sabun-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5fae7a4893f92a23175037c9306c0ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">halalsoapmaker</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/01/20/hello-world/</link>
		<comments>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/01/20/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 23:18:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>halalsoapmaker</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[HalalSoapMaker membuat SoapyNature, sabun herbal handmade berbahan alami bermutu, Insya Allah halal. Pembuatan SoapyNature berawal dari hasrat memakai sabun bermutu tinggi dan halal. Umumnya sabun bermutu masih bikinan luar negeri. Bahan dasar sabun adalah minyak/lemak &#8211; jadi bisa saja lemak babi dipakai atau bahan haram/najis lain. Sabun handmade berbeda dari hasil pabrik. Proses &#8220;saponifikasi&#8221; menghasilkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=1&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>HalalSoapMaker membuat SoapyNature, sabun herbal handmade berbahan alami  bermutu, Insya Allah halal. Pembuatan SoapyNature berawal dari hasrat memakai  sabun bermutu tinggi dan halal. Umumnya sabun bermutu masih bikinan luar negeri.  Bahan dasar sabun adalah minyak/lemak &#8211; jadi bisa saja lemak babi dipakai atau  bahan haram/najis lain. Sabun handmade berbeda dari hasil pabrik. Proses  &#8220;saponifikasi&#8221; menghasilkan glycerin, cairan yang menyerap air dari udara,  membuat kulit lebih lembab. Di pabrik sabun, glycerin diambil sebagai hasil  sampingan; ini tak terjadi pada sabun handmade. Sabun handmade telah menjadi  trend luas di negara maju bagi penggemar sabun bermutu tinggi dan alami.  SoapyNature mengandung minyak zaitun (minimal 20%) dan susu, yang ribuan tahun  telah dipakai memelihara keindahan kulit perempuan, dan bahan lain yang  berkhasiat bagi kulit (madu, habatussauda, lidahbuaya, wortel, papaya, tehhijau,  alpukat, labukuning dll.) SoapyNature beraroma rempah, buah/bunga yang segar,  alami dan lembut, nyaman dipakai, bisa membuat kulit lebih lembut, halus! Blog  ini adalah media agar pembaca bisa membuat informed choice alias pilihan  berdasar ilmu, dalam memilih sabun yang baik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/halalsoapmaker.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/halalsoapmaker.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/halalsoapmaker.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/halalsoapmaker.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/halalsoapmaker.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/halalsoapmaker.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/halalsoapmaker.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/halalsoapmaker.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/halalsoapmaker.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/halalsoapmaker.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/halalsoapmaker.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/halalsoapmaker.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/halalsoapmaker.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/halalsoapmaker.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=1&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/01/20/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5fae7a4893f92a23175037c9306c0ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">halalsoapmaker</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SABUN: Riwayatmu duluuuu …(2)</title>
		<link>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/01/18/sabun-riwayatmu-duluuuu-2/</link>
		<comments>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/01/18/sabun-riwayatmu-duluuuu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 00:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>halalsoapmaker</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Sabun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/01/18/sabun-riwayatmu-duluuuu-2/</guid>
		<description><![CDATA[SABUN: Pasca zaman pertengahan sampai abad ke 20 Itali, Spanyol dan Perancis merupakan pusat pembuatan sabun yang paling awal, karena tersedianya bahan baku yang mudah diperoleh berupa minyak zaitun dari pohon zaitun.  Marseilles di Perancis lah yang menjadi pusat pertama disusul Genoa, lalu Venesia.  Meskipun ada beberapa pembuat sabun di Jerman, benda ini jarang sekali digunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=16&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SXOsHRe3ZpI/AAAAAAAAAEI/pZhqsmb90V0/s1600-h/HandmadeSoaps.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;width:180px;height:135px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SXOsHRe3ZpI/AAAAAAAAAEI/pZhqsmb90V0/s320/HandmadeSoaps.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-weight:bold;"><span style="font-size:large;">SABUN: Pasca zaman pertengahan sampai abad ke 20</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;color:black;"><span style="font-family:Georgia;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Itali, Spanyol dan Perancis merupakan pusat pembuatan sabun yang paling awal, karena tersedianya bahan baku yang mudah diperoleh berupa minyak zaitun dari pohon zaitun.  Marseilles di Perancis lah yang menjadi pusat pertama disusul Genoa, lalu Venesia.  Meskipun ada beberapa pembuat sabun di Jerman, benda ini jarang sekali digunakan di Eropa Tengah, sehingga sekotak sabun yang dipersembahkan kepada <span style="font-style:italic;">Duchess of Juelich </span>pada tahun 1549 menimbulkan sensasi besar.  Pada tahun 1672 seorang Jerman A. Leo mengirim bingkisan hadiah berisi sabun kepada Lady von Schleinitz, yang didalamnya disertai uraian penjelasan rinci tentang cara memakai benda misterius tersebut.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Sabun Castile, seluruhnya dibuat dari minyak zaitun, dibuat di Kerajaan Castilia (sekarang bagian dari Spanyol) kira-kira tahun 1616.  Abu alkali yang disebut <span style="font-style:italic;">barilla </span>dari pohon semak  <span style="font-style:italic;">Salsolas, </span>direbus bersama minyak zaitun sebagai pengganti lemak binatang.  Dengan menambahkan larutan pekat garam kedalamnya, sabunnya akan naik ke permukaan dan diambil, meninggalkan sisa soda api dan pencemar lain di dasar. Ini mungkin merupakan produk sabun keras pertama, yang semakin tua akan makin mengeras, tanpa berubah warna putihnya dan disebut <span style="font-style:italic;">jabon de Castila, </span>yang menjadi sebuah nama generik<span style="font-style:italic;">. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Orang Inggris baru membuat sabun dalam abad ke 12  di Bristol.  Catatan pada Bristol Company of Soapmakers untuk tahun 1562-1642 menunjukkan nama 180 orang yang terlibat dalam bisnis sabun.  Disebutkan pula jenis sabun bernama &#8220;Bristol Soap&#8221; yang berwarna hitam dan juga &#8220;Bristol Grey Soap&#8221; yang lebih keras, berwarna abu-abu yang diproduksi masal untuk dikirim ke </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">London tahun 1523 dengan harga satu penny per pound (1/2 kg).</span><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;"> </span></span><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Bisnis sabun begitu bagus; pada tahun 1622 Raja James memberikan hak monopoli kepada seorang pembuat sabun dengan membayar imbalan $100,000 setahun.</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;color:black;"><span style="font-family:Georgia;"><span style="font-family:Arial;color:black;"><span style="font-family:arial;"><span style="font-size:small;">Di Perancis, selama Raja Louis XIV (1638-1715)  berkuasa, mandi merupakan keanehan, bukan kebiasaan. Diceritakan bahwa Raja Louis menghukum mati dengan pisau guillotin 3 pembuat sabun, karena sabun yang mereka produksi menimbulkan iritasi pada kulit sang Raja yang sensitif.  Di dorong rasa takut dan putus asa, 4 orang pembuat sabun lainnya berembug dan menciptakan cara untuk mencetak dan mematangkan sabun &#8211; perlu satu bulan untuk membuat satu batang sabun saja.  Mereka pun berhasil menyelamatkan leher mereka dari pisau guillotin, dan dunia juga memperoleh cara membuat sabun </span><span style="font-style:italic;"><span style="font-size:small;">handmade</span></span><span style="font-size:small;">. (sabun tuang, sabun proses dingin, sabun pedesaan, sabun yang telah dimatangkan/</span><span style="font-style:italic;"><span style="font-size:small;">cured)</span></span><span style="font-size:small;">.</span></span><span style="font-size:small;"> </span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:arial;">Tulisan yang dikenal sebagai karya ilmuwan Arab, Jabir bin Hayyan berulangkai menyebut sabun sebagai zat pembersih.   Orang Arab membuat sabun dari minyak nabati atau minyak atsiri, misalnya minyak thymus.  Soda api (Al-Soda Al-Kawia) NaOH pun dipakai untuk pertama kalinya dan rumusnya tidak pernah berubah seperti sabun yang sekarang beredar di pasaran.  Sejak awal abad ke 7 sabun diproduksi di Nablus (Palestina), Kufa (Irak) dan Basara (Irak).  Sabun Arab diberi pewangi dan pewarna, ada yang padat keras, ada yang cair.  Mereka juga mempunyai sabun khusus untuk bercukur. Sabun diperdagangkan seharga 3 Dirhams (0,3 Dinar) per batang di tahun 981 M.</span></p>
<p><img style="float:left;cursor:hand;width:131px;height:112px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SXKWU3uslOI/AAAAAAAAAEA/ouZDp5DdHO0/s320/history9.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:arial;"><span style="font-family:Arial;">Pembuatan sabun di koloni Amerika pada awal abad ke 17 diawali dengan datangnya para pembuat sabun di atas kapal kedua dari Inggris yang berlabuh di Jamestown, Virginia.  Selama bertahun-tahun pembuatan sabun merupakan kegiatan rumahtangga belaka.  Lalu para pembuat sabun profesional mulai menampung sisa lemak rumahtangga yang mereka tukar dengan sabun.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:arial;"><span style="font-family:Arial;">Nicolas Leblanc seorang ahli kimia Perancis menemukan cara pembuatan soda api dari garam, yang lebih mudah dan cepat dan murah yang disebut <span style="font-style:italic;">proses Leblanc</span> pada tahun 1852.  Namun cara ini menjadi usang dengan diketemukannya <span style="font-style:italic;">proses Solvay</span> atau <span style="font-style:italic;">proses amonia</span> oleh orang Belgia bernama <span style="font-family:Georgia;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Ernest Solvay, yang juga menggunakan garam dapur.  Proses Solvay mengurangi biaya pembuatan alkali serta meningkatkan volume dan mutu hasil soda yang dapat dipakai para pembuat sabun.</span><span style="font-family:Arial;color:black;"> </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Berbagai penemuan ilmiah ini, disertai dengan diketemukannya tenaga listrik untuk mengoperasikan pabrik, membuat industri sabun sebagai industri paling pesat di tahun 1850an.  Kemudahan memperoleh sabun juga mengubahnya dari barang mewah menjadi barang keperluan sehari-hari.  Dengan meluasnya penggunaan sabun dikembangkan pula sabun yang lebih lunak untuk mandi dan juga sabun untuk mesin pencuci yang dapat diperoleh konsumen pada pergantian abad itu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Dalam abad ke 19, sabun dikenai pajak tinggi sebagai barang mewah di beberapa negara. Ketika pajak yang tinggi dihilangkan, sabun pun menjadi terjangkau oleh rakyat biasa, dan standar kebersihan pun meningkat.  Inggris dan Perancis menghilangkan pajak sabun pada tahun 1852 sehingga sabun menjadi komoditas rumahtangga untuk kebersihan diri dan dan mencuci.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Kimiawi pembuatan sabun pada dasarnya tetap tak berubah sampai tahun 1916 ketika deterjen sintetik yang pertama dibuat di Jerman sebagai imbas akibat Perang Dunia 1 di mana lemak sulit diperoleh untuk membuat sabun.  Deterjen adalah zat pembersih bukan-sabun yang dibuat secara sintetis dari berbagai bahan.  Penemuan deterjen juga didorong oleh kebutuhan akan suatu zat pembersih yang, tidak seperti sabun, tidak akan bersenyawa dengan garam mineral di dalam air dan membentuk substansi yang tidak larut dalam air. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/halalsoapmaker.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/halalsoapmaker.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/halalsoapmaker.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/halalsoapmaker.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/halalsoapmaker.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/halalsoapmaker.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/halalsoapmaker.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/halalsoapmaker.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/halalsoapmaker.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/halalsoapmaker.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/halalsoapmaker.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/halalsoapmaker.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/halalsoapmaker.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/halalsoapmaker.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=16&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2009/01/18/sabun-riwayatmu-duluuuu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5fae7a4893f92a23175037c9306c0ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">halalsoapmaker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SXOsHRe3ZpI/AAAAAAAAAEI/pZhqsmb90V0/s320/HandmadeSoaps.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SXKWU3uslOI/AAAAAAAAAEA/ouZDp5DdHO0/s320/history9.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anda Tertarik dan Berminat?</title>
		<link>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/12/29/anda-tertarik-dan-berminat/</link>
		<comments>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/12/29/anda-tertarik-dan-berminat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 09:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>halalsoapmaker</dc:creator>
				<category><![CDATA[Saya Berminat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/12/29/anda-tertarik-dan-berminat/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah.  Insya Allah dengan menjenguk posting ini anda akan menjadi lebih tertarik dan berminat untuk mencoba dan memakai &#8220;Soapy Nature&#8221;.  Tidak susah kok &#8211; anda hanya perlu mengirim email kepada kami (soapynature@gmail.com) guna mengutarakan minat anda untuk mencoba/membeli &#8220;SoapyNature&#8221;.  Di bawah ini kami sajikan informasi tentang jenis &#8220;SoapyNature&#8221; yang telah tersedia beserta masing-masing harganya. Berapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=15&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:arial;"><a rel="attachment wp-att-52" href="http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/12/29/anda-tertarik-dan-berminat/solusi5a21/"><img class="alignleft size-full wp-image-52" title="solusi5a21" src="http://halalsoapmaker.files.wordpress.com/2008/12/solusi5a21.jpg?w=161&#038;h=210" alt="solusi5a21" width="161" height="210" /></a>Alhamdulillah.  Insya Allah dengan menjenguk posting ini anda akan menjadi lebih tertarik dan berminat untuk mencoba dan memakai &#8220;Soapy Nature&#8221;.  Tidak susah kok &#8211; anda hanya perlu mengirim email kepada kami (soapynature@gmail.com) guna mengutarakan minat anda untuk mencoba/membeli &#8220;SoapyNature&#8221;.  Di bawah ini kami sajikan informasi tentang jenis &#8220;SoapyNature&#8221; yang telah tersedia beserta masing-masing harganya. </span> <span style="font-family:arial;">Berapa harganya &#8230;? Harganya memang lebih tinggi dibanding sabun komersial yang umum dijual di toko, super market atau mini market atau di warung &#8211; yah memang beda kualitas kok (baca dulu komentar mereka yang telah memakainya).  Namun saya yakin harga &#8220;SoapyNature&#8221; masih lebih murah dibanding dengan sabun bikinan tangan yang sejenis (terutama bikinan luar negeri), yang juga telah ramai diproduksi dan dijual di berbagai Mal.  Mutunya?  Ya harus coba dulu baru tahu sendiri &#8230; Kalau saya mengatakan mutunya bagus ya memang sudah seharusnya &#8230; kan saya yang bikin &#8230;</span></p>
<div><span style="font-family:arial;border-collapse:collapse;">Untuk pembelian di atas 10 biji kami berikan diskon sebesar 10% sedangkan untuk pembelian di atas Rp.200.000 kami berikan diskon 15%.  Bagi anda yang ingin membeli untuk dijual kembali kami harapkan diskon ini sudah memadai &#8211;  berdasarkan pengalaman, beberapa teman bisa menjual SoapyNature dengan harga jauh lebih tinggi daripada harga dari kami.  Yah, memang pada umumnya para penjual malah lebih tinggi untungnya daripada produsen.</span></div>
<div><span style="border-collapse:collapse;"><span style="font-family:arial;"> </span></span></div>
<div><span style="border-collapse:collapse;"><span style="font-family:arial;">Tentu saja untuk mengirimkan pesanan anda kami harus mengenakan biaya penanganan dan pengiriman.  Biasanya pesanan kami kirimkan melalui Pos Kilat Khusus (atau Paket Pos Kilat Khusus),  Biayanya tergantung berat kiriman/pesanan &#8211; tetapi biasanya berkisar antara Rp.10.000-15.000 untuk wilayah DKI.  Untuk luar DKI, minimal Rp.15.000.  Insya Allah pesanan anda akan sampai ke alamat anda dalam waktu 3-4 hari sesudah bukti transfer kami terima kopi atau nomernya.</span></span></div>
<div><span style="border-collapse:collapse;font-family:'Arial Rounded MT Bold';"> </span></div>
<div><span style="border-collapse:collapse;"><span style="font-family:arial;">Bila anda ingin pesan dan barangnya segera dikirim, anda bisa langsung hitung sendiri harganya, ditambah ongkos kirim lalu transfer ke Rekening BCA No. 2871188841 a/n Iskandar dan sms kan nomer bukti transfernya ke 0811914065.</span></span></div>
<div><span style="border-collapse:collapse;font-family:arial;"> </span></div>
<div><span style="border-collapse:collapse;font-family:arial;">Nah, kami tunggu email dan pesanan anda semua.</span></div>
<div><span style="border-collapse:collapse;font-family:arial;"> </span></div>
<div><span style="font-family:arial;border-collapse:collapse;">Salam</span></div>
<div><span style="font-family:arial;border-collapse:collapse;">HalalSoapMaker</span></div>
<div><span style="font-family:arial;border-collapse:collapse;"></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="444" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="49"></td>
<td width="108"><strong>Jenis/Varian</strong></td>
<td width="84"><strong>% Minyak Zaitun</strong></td>
<td width="83"><strong>Harga/biji</strong></td>
<td width="120"><strong>Isian</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="49">1</td>
<td width="108">Habatussauda</td>
<td width="84">20-22%</td>
<td width="83">Rp.10.000</td>
<td width="120">Serbuk halus + minyak habattussauda</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">2</td>
<td width="108"><strong>Habatussauda- Madu</strong></td>
<td width="84"><strong>30%</strong></td>
<td width="83"><strong>Rp.12.000</strong></td>
<td width="120"><strong>Serbuk halus + minyak habattussauda</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="49">3</td>
<td width="108">GreenTea-Cinnamon</td>
<td width="84">20-22%</td>
<td width="83">Rp.10.000</td>
<td width="120">Serbuk halus Kayumanis</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">4</td>
<td width="108">Aloe Vera / Lidah buaya</td>
<td width="84">20-22%</td>
<td width="83">Rp.9.500</td>
<td width="120">Jus Lidah Buaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">5</td>
<td width="108">Papaya</td>
<td width="84">20-22%</td>
<td width="83">Rp.9.500</td>
<td width="120">Jus Papaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">6</td>
<td width="108">Kunyit-Madu</td>
<td width="84">20-22%</td>
<td width="83">Rp.10.000</td>
<td width="120">Serbuk halus kunyit+Madu</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">7</td>
<td width="108">Sereh-Madu</td>
<td width="84">20-22%</td>
<td width="83">Rp.10.000</td>
<td width="120">Minyak sereh wangi+Madu</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">8</td>
<td width="108"><strong>Zaituna50-Susu-madu</strong></td>
<td width="84"><strong>50%</strong></td>
<td width="83"><strong>Rp.12.000</strong></td>
<td width="120"><strong>Madu</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="49">9</td>
<td width="108">Alpukat</td>
<td width="84">20-22%</td>
<td width="83">Rp.9.500</td>
<td width="120">Jus Alpukat</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">10</td>
<td width="108">Wortel</td>
<td width="84">20-22%</td>
<td width="83">Rp.9.500</td>
<td width="120">Jus Wortel</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">11</td>
<td width="108">Sirih</td>
<td width="84">20-22%</td>
<td width="83">Rp.9.500</td>
<td width="120">Air Sirih</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">12</td>
<td width="108">Bengkoang</td>
<td width="84">20-22%</td>
<td width="83">Rp.9.500</td>
<td width="120">Sari Bengkoang</td>
</tr>
<tr>
<td width="49">13</td>
<td width="108"><strong>Susu Kambing-Madu</strong></td>
<td width="84"><strong>20-22%</strong><strong> </strong></td>
<td width="83"><strong>Rp.12.000</strong></td>
<td width="120"><strong>Madu</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p></span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/halalsoapmaker.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/halalsoapmaker.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/halalsoapmaker.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/halalsoapmaker.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/halalsoapmaker.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/halalsoapmaker.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/halalsoapmaker.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/halalsoapmaker.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/halalsoapmaker.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/halalsoapmaker.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/halalsoapmaker.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/halalsoapmaker.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/halalsoapmaker.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/halalsoapmaker.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=15&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/12/29/anda-tertarik-dan-berminat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5fae7a4893f92a23175037c9306c0ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">halalsoapmaker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://halalsoapmaker.files.wordpress.com/2008/12/solusi5a21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">solusi5a21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sabun dalam bahasa dunia</title>
		<link>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/11/24/sabun-dalam-bahasa-dunia/</link>
		<comments>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/11/24/sabun-dalam-bahasa-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 22:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>halalsoapmaker</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/11/24/sabun-dalam-bahasa-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[Bahasa Istilah 1 Basque xaboi/jaboi 2 Belanda zeep 3 Catalan sabó 4 Ceko mýdlo 5 Denmark/Danish sæbe 6 Estonia seep 7 Finlandia saippua 8 Hungaria csúszópénz / kenés 9 Hungaria szappan / vesztegetési pénz 10 Inggris soap 11 Italia sapone 12 Jerman einseifen / Seife 13 Kroasia sapun 14 Latvia ziepes 15 Norwegia såpe / [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=14&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:left;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/STnCsrfNzSI/AAAAAAAAACY/RdZ6527IINI/s1600-h/SoapyNew+006.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:200px;height:150px;margin:0 auto 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/STnCsrfNzSI/AAAAAAAAACY/RdZ6527IINI/s200/SoapyNew+006.jpg" alt="" border="0" /></a></div>
<table width="366" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<col width="45">
<col width="139">
<col width="182">
<tbody>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p></td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Bahasa</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Istilah</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>1</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Basque</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>xaboi/jaboi</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>2</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Belanda</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>zeep</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>3</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Catalan</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>sabó</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>4</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Ceko</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>mýdlo</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>5</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Denmark/Danish</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<div style="text-align:left;"><b>sæbe</b></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>6</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Estonia</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>seep</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>7</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Finlandia</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>saippua</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>8</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Hungaria</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>csúszópénz    / kenés </b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>9</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Hungaria</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>szappan / vesztegetési    pénz</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>10</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Inggris</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>soap</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>11</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Italia</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>sapone</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>12</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Jerman </b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>einseifen / Seife</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>13</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Kroasia</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>sapun</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>14</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Latvia</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>ziepes</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="20">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>15</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Norwegia</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>såpe / såpe    inn</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>16</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Perancis</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>savon</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>17</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Polandia</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>mydło</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>18</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Portugis</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>sabão</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>19</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Romania</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>săpun</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>20</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Serbia</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>sapun</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>21</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Slovakia</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>mydlo</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>22</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Slovenia</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>milo</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>23</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Spanyol</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>jabón</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>24</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Swahili</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>sabuni</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>25</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Swedia</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>tvål</b></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="45" height="17">
<p style="border:medium none;padding:0;" align="center"><b>26</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(0,204,204);" width="139">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>Turki</b></p>
</td>
<td style="color:rgb(255,102,102);" width="182">
<p style="border:medium none;padding:0;"><b>sabun</b></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/halalsoapmaker.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/halalsoapmaker.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/halalsoapmaker.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/halalsoapmaker.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/halalsoapmaker.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/halalsoapmaker.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/halalsoapmaker.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/halalsoapmaker.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/halalsoapmaker.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/halalsoapmaker.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/halalsoapmaker.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/halalsoapmaker.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/halalsoapmaker.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/halalsoapmaker.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=14&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/11/24/sabun-dalam-bahasa-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5fae7a4893f92a23175037c9306c0ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">halalsoapmaker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/STnCsrfNzSI/AAAAAAAAACY/RdZ6527IINI/s200/SoapyNew+006.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SABUN &#8211; Riwayatmu duluuu&#8230;..(1)</title>
		<link>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/10/19/sabun-riwayatmu-duluuu1/</link>
		<comments>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/10/19/sabun-riwayatmu-duluuu1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 00:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>halalsoapmaker</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Sabun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/10/19/sabun-riwayatmu-duluuu1/</guid>
		<description><![CDATA[SABUN &#8211; dari zaman pra-sejarah sampai abad pertengahan Kalau kita mendengar kata &#8220;sabun&#8221; dalam benak kita terbayang benda padat yang biasanya berbentuk batangan atau bentuk lain, atau cairan agak kental, atau bisa juga pasta atau krim, yang bila dicampur air dan digosok-gosok akan menghasilkan busa yang mampu membersihkan benda atau tubuh kita dari kotoran yang menempel. Benda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=13&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqCVJvBqvI/AAAAAAAAABY/JjBaj8HMOeA/s1600-h/SoapyNew+009.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqCVJvBqvI/AAAAAAAAABY/JjBaj8HMOeA/s200/SoapyNew+009.jpg" border="0" alt="" width="205" height="159" /></a><span style="font-family:'trebuchet ms';font-size:180%;"><span style="font-weight:bold;">SABUN &#8211; dari zaman pra-sejarah sampai abad pertengahan</span></span></div>
<p><span style="font-family:arial;">Kalau kita mendengar kata &#8220;sabun&#8221; dalam benak kita terbayang benda padat yang biasanya berbentuk batangan atau bentuk lain,<span style="font-family:Georgia;"> </span>atau cairan agak kental, atau bisa juga pasta atau krim, yang bila dicampur air dan digosok-gosok akan menghasilkan busa yang mampu memb<span style="font-size:small;">ersihkan benda atau tubuh kita dari kotoran yang menempel. Benda ini dalam berbagai bahasa asing disebut sebagai &#8220;</span><span style="border-collapse:collapse;letter-spacing:1px;"><span style="font-size:small;">zeep&#8221; (Bela<span style="font-size:small;">nda)</span><span style="border-collapse:separate;letter-spacing:normal;"><span style="font-size:small;"> &#8220;soap&#8221; (Inggris), &#8220;savon&#8221; (Perancis), &#8220;sapone&#8221; (Itali), </span><span style="border-collapse:collapse;letter-spacing:1px;"><span style="font-size:small;">&#8220;<span style="font-size:small;">sabuni&#8221; (Swahili), &#8221;sabun&#8221; (Turki), </span><span style="border-collapse:separate;letter-spacing:normal;font-family:Georgia;"><span style="font-family:arial;"><span style="font-size:small;">&#8220;</span></span><span style="border-collapse:collapse;letter-spacing:1px;"><span style="font-family:arial;"><span style="font-size:small;">jabón&#8221; (Spanyol),   &#8220;Seife&#8221; (Jerman) dan lain sebagainya &#8211; untuk bahasa lain bisa dilihat di tabel terpisah di blog ini. </span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></div>
<p><span style="font-family:arial;"> </span></p>
<div style="text-align:left;"><span style="font-family:Arial;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Asal mula kebersihan pribadi dimulai dari sejak zaman pra-sejarah. </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Karena air mutlak perlu untuk kehidupan, manusia sejak dahulu kala bermukim dekat dengan air dan tahu tentang daya bersihnya &#8211; paling tidak, bahwa air bisa menghilangkan lumpur dari tangan mereka. Bahan mirip sabun yang ditemukan dalam bejana gerabah selama pengg<span style="font-size:small;">alian di situs </span><span style="font-size:small;">Babylon</span><span style="font-size:small;"> kuno menunjukkan bahwa pembuatan sabun telah dikenal sejak 2800 SM. Ukiran pada bejana tersebut mengatakan bahwa lemak direbus bersama abu, yang merupakan metode pembuatan sabun, tetapi tak ada acuan tentang kegunaan &#8220;sabun&#8221; itu sendiri. Bahan semacam itu di kemudian hari dipakai sebagai bahan pembantu penata rambut.</span></span></span></div>
<div style="text-align:left;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><span style="font-size:small;"><br />
</span></span></span></div>
<div style="text-align:justify;"><img style="text-align:left;float:right;cursor:pointer;width:90px;height:132px;margin:0 0 10px 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SXJ_-lOzIaI/AAAAAAAAADI/mezneeD05qw/s320/03Hist.JPG" border="0" alt="" /></div>
<div style="text-align:left;"><span style="font-family:Arial;">Catatan menunjukkan bahwa bangsa Mesir kuno mandi berendam secara teratur. Papyrus Ebers, sebuah dokumen medis dari kira-2 1500 SM, menguraikan pencampuran minyak binatang dan nabati dengan garam alkali untuk membentuk bahan sejenis sabun yang digunakan mengobati penyakit dan juga untuk mencuci. </span></div>
<p><img style="float:left;cursor:hand;width:79px;height:134px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SXKAp-rSbgI/AAAAAAAAADQ/Vtjj3Z0MKLA/s320/04Hist.JPG" border="0" alt="" /></p>
<div style="text-align:left;"><span style="font-family:Arial;">Kira-kira pada zaman yang sama, Nabi Musa memberi bangsa Israel hukum yang rinci tentang kebersihan diri.  Beliau juga menghubungkan kebersihan dengan kesehatan dan kesucian menurut agama.  Dalam Kitab Injil disebutkan, bangsa Israel mengetahui bahwa mencampurkan</span></div>
<div style="text-align:left;"><span style="font-family:Arial;">abu dengan minyak menghasilkan semacam jel untuk rambut. </span></div>
<div style="text-align:left;">Sabun di negara barat bermula pada zaman Yunani kuno di pulau Lesbos.  Di tempat itu dilakukan pengorbanan binatang sebagai persembahan pada para Dewi.  Karena sesaji itu sering dikremasi, maka terjadi penumpukan abu dari kayu bakar (awal sumber senyawa alkali/ basa). Abu ini pun tercampur dengan lemak dari binatang yang dipersembahkan. Diceritakan bahwa ada aliran cairan kuning turun dari api pembakaran di kuil di atas bukit.  Para perempuan yang mencuci pakaian di sungai melihat bahwa pakaian mereka menjadi lebih bersih pada waktu air sungai berubah menjadi kekuningan.  Sappho, yang menuliskan puisi tentang zaman ini kemudian namanya diabadikan dengan pemberian istilah saponifikasi &#8211; nama reaksi kimia dalam pembuatan sabun.</div>
<div style="text-align:left;">Namun sumber lain menyatakan bahwa nama atau istilah &#8220;sapo&#8221; berasal dari &#8220;Bukit Sapo&#8221; di</div>
<div style="text-align:left;">Italia di zaman Romawi kuno, meskipun ceritanya mirip dengan cerita di atas, yaitu tentang adanya lemak binatang persembahan yang bercampur abu mengalir turun ke tanah liat di tepian sungai Tiber. Para perempuan mendapatkan bahwa cucian mereka menjadi lebih bersih tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga. dengan menggunakan tanah liat ini untuk mencuci pakaiannya.  Bangsa Yunani kuno mandi karena alasan estetika tanpa memakai sabun. Tetapi mereka   membersihkan tubuh mereka dengan gumpalan tanah liat, pasir, batu apung dan abu, lalu melumuri badannya dengan minyak dan mengerik lepas minyak dan tanah tersebut dengan alat yang terbuat dari logam yang dinamakan <span style="font-style:italic;">&#8220;strigil&#8221;</span>. Mereka juga memakai minyak dicampur abu.  Mencuci pakaian dilakukan di sungai tanpa sabun.</div>
<p><span style="font-family:Arial;">Bangsa Jerman dan Gaul kuno juga dikatakan menemukan suatu substansi yang dinamakan sabun, terbuat dari lemak lembu dan abu, yang mereka pakai untuk mencat rambut agar berwarna merah. </span></p>
<p><img style="float:left;cursor:hand;width:128px;height:122px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SXJ-V4p4VcI/AAAAAAAAADA/94KT7ugWb3Q/s200/RomanBath.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Sejalan dengan majunya peradaban Romawi, cara mandi pun menjadi lebih maju pula.  Tempat mandi umum  Romawi pertama yang terkenal, yang airnya disalurkan melalui jaringan perpipaan/saluran, dibangun kira-kira pada 312 S.M.  Tempat mandinya mewah dan menjadi sangat populer.  Menjelang abad kedua Masehi, Galen tabib Yunani yang terkenal, menganjurkan sabun untuk pengobatan maupun alat pembersih.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;"><span style="font-family:arial;">Menurut </span><span style="font-style:italic;"><span style="font-family:arial;">Gaius</span></span><span style="font-family:arial;"> atau lebih dikenal sebagai </span><span style="font-style:italic;"><span style="font-family:arial;">Pliny the Elder </span></span><span style="font-family:arial;">seorang punjangga dan filosof<span style="font-family:Georgia;"><span style="font-family:arial;"> naturalis</span><span style="font-style:italic;"><span style="font-family:arial;"> <span style="font-style:normal;">di abad 1 M</span></span></span><span style="font-family:arial;">, bangsa Phoenisia membuat sabun dari lemak kambing dan abu kayu pada 600 S.M dan terkadang menggunakannya  sebagai komoditas untuk barter dengan bangsa Gaul.   Kata &#8220;sabun&#8221; petama kali muncul di bahasa Eropa di dalam buku Pliny the Elder berjudul </span><em><strong><span style="font-family:arial;">Historia Naturalis</span></strong></em><span style="font-family:arial;">, yang menguraikan tentang pembuatan sabun dari lemak dan abu, namun penggunaan yang disebutkannya hanya sebagai jeli untuk rambut; dalam nada yang tidak setuju disebutkannya </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;"><span style="font-family:arial;">bahwa di antara bangsa Gaul dan Jerman, lebih banyak kaum lelaki yang menggunakannya daripada perempuan. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Garamond;"> </span></p>
<p class="style11"><span style="font-family:arial;">Sabun dikenal luas di zaman kekaisaran Romawi; apakah bangsa Romawi belajar memakai dan membuatnya dari orang-orang dari Laut Tengah kuno atau dari bangsa Keltik<span style="font-family:Garamond;"><span style="font-family:arial;">, penduduk wilayah <span style="font-family:Garamond;"><span style="font-family:arial;">Britannia, tidaklah diketahui pasti.  Bangsa Romawi kuno di abad 1 M menggunakan air seni (urine) untuk membuat substansi seperti sabun.  Urine mengandung ammonium karbonat yang bereaksi dengan minyak dan lemak dari wol menghasilkan saponifikasi parsial.  Orang-orang yang disebut sebagai </span><strong><em><span style="font-family:arial;">fullones</span></em></strong><span style="font-family:arial;"> mondar mandir di jalanan kota mengumpulkan urine untyuk dijual ke para pembuat sabun.</span></span></span></span></span></p>
<p class="style11"><span style="font-family:arial;">Bangsa Keltik, yang membuat sabun dari lemak binatang dan abu tanaman menamakan hasil produksinya sebagai </span><em><span style="font-family:arial;">saipo, <span style="font-style:normal;">yang menjadi asal kata </span>soap. <span style="font-style:normal;"> Peranan penting sabun untuk mencuci dan membersihkan tampaknya belum diketahui sampai abad ke 2 M</span></span></em><span style="font-family:arial;">; <span style="font-style:italic;">Galen, </span>tabib bangsa Yunani menyebutnya  sebagai obat dan alat pembersih tubuh.  Pada zaman dahulu sabun dipakai sebagai obat medis.</span></p>
<p><img style="float:right;cursor:hand;width:180px;height:107px;margin:0 0 10px 10px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SXPNmxGL4JI/AAAAAAAAAEY/lmhrLVLCi5w/s320/180px-PlaguePlaque.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Kejatuhan kekaisaran Roma tahun 467 M menurunkan pula kebiasaan mandi rakyatnya, sampai-sampai sebagian besar benua Eropa merasakan akibat dari kejorokan mereka terhadap kesehatan masyarakat.  Lingkungan hidup dan kebersihan diri yang jorok ini mempunyai andil besar pada terjadi wabah besar penyakit pes di Abad Pertengahan, yang disebut sebagai <span style="font-style:italic;">Black Death</span> di abad ke 14. Diperkirakan 30%-50% penduduk Eropa meninggal oleh wabah tersebut. Kebersihan diri dan kebiasaan mandi baru kembali ke sebagian besar Eropa pada abad ke 17. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Namun, masih ada bangsa pada abad pertengahan yang tetap mementingkan kebersihan diri.  Mandi setiap hari sudah umum dilakukan di Jepang pada Abad Pertengahan.  Juga di Eslandia, kolam yang dihangatkan dengan air dari sumber air panas merupakan tempat ngerumpi yang beken setiap Sabtu malam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;color:black;">Pembuatan sabun menjadi kerajinan yang mapan di Eropa pada abad ke 7.  Berbagai perkumpulan para pembuat sabun menjaga rapat rahasia mereka.  Minyak atau lemak binatang dan nabati digunakan bersama dengan abu tumbuh-tumbuhan, dengan diberi pewangi. Secara bertahap berbagai jenis sabun diciptakan untuk bercukur dan keramas, mandi serta mencuci. </span><span style="font-family:Arial;color:black;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/halalsoapmaker.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/halalsoapmaker.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/halalsoapmaker.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/halalsoapmaker.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/halalsoapmaker.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/halalsoapmaker.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/halalsoapmaker.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/halalsoapmaker.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/halalsoapmaker.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/halalsoapmaker.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/halalsoapmaker.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/halalsoapmaker.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/halalsoapmaker.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/halalsoapmaker.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=13&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/10/19/sabun-riwayatmu-duluuu1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5fae7a4893f92a23175037c9306c0ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">halalsoapmaker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqCVJvBqvI/AAAAAAAAABY/JjBaj8HMOeA/s200/SoapyNew+009.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SXJ_-lOzIaI/AAAAAAAAADI/mezneeD05qw/s320/03Hist.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SXKAp-rSbgI/AAAAAAAAADQ/Vtjj3Z0MKLA/s320/04Hist.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SXJ-V4p4VcI/AAAAAAAAADA/94KT7ugWb3Q/s200/RomanBath.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SXPNmxGL4JI/AAAAAAAAAEY/lmhrLVLCi5w/s320/180px-PlaguePlaque.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Minyak Zaitun salah satu bahan dasar SoapyNature</title>
		<link>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/10/11/minyak-zaitun-salah-satu-bahan-dasar-soapynature/</link>
		<comments>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/10/11/minyak-zaitun-salah-satu-bahan-dasar-soapynature/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 00:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>halalsoapmaker</dc:creator>
				<category><![CDATA[SoapyNature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/10/11/minyak-zaitun-salah-satu-bahan-dasar-soapynature/</guid>
		<description><![CDATA[Minyak zaitun dihasilkan dari buah zaitun atau olive (Olea europaea; familia Oleaceae), yang merupakan pohon kebun tradisional dari Dataran Mediterania. Pohon zaitun liar berasal dari Asia Kecil yang sekarang menjadi negara Turki. Minyak zaitun umum dipakai untuk memasak,kosmetik, farmasi dan sabun dan bahan bakar lampu minyak tradisional. Pohon zaitun dan produksi minyaknya dapat dirunut kembali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=12&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqFVUpoLGI/AAAAAAAAABg/8eV0qi8HU30/s1600-h/Olive_tree.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:200px;height:161px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqFVUpoLGI/AAAAAAAAABg/8eV0qi8HU30/s200/Olive_tree.jpg" border="0" alt="" /></a><span style="color:#ffff00;font-weight:bold;font-family:Albertus;"><span style="font-size:x-large;"><span style="font-size:180%;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:85%;"><strong><span style="font-family:verdana;">Minyak zaitun </span></strong></span><span style="font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">dihasilkan dari buah zaitun atau olive </span></span><span style="font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">(</span><em><span style="font-family:verdana;">Olea europaea</span></em><span style="font-family:verdana;">; familia Oleaceae), yang merupakan pohon kebun tradisional dari Dataran </span></span><span style="font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">Mediterania. </span><span style="font-family:verdana;"> </span><span style="font-family:verdana;">Pohon zaitun liar beras</span></span><span style="font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">al dari Asia Kecil yang sekarang menjadi negara Turki. </span><span style="font-family:verdana;"> </span><span style="font-family:verdana;">Minyak zaitun umum dipakai untuk memasak,kosmetik, farmasi da</span></span><span style="font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">n sabun dan bahan bakar lampu minyak tradisional. Pohon zaitun dan produksi minyaknya </span></span><span style="font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">dapat dirunut kembali ke zaman negara-kota kuno Ebla (2600–2240 SM), yang terletak di pinggiran </span><span style="font-family:verdana;">kota</span><span style="font-family:verdana;"> Aleppo di Siria. Di sini beberapa lusin naskah kuno bertahun 2400 SM menggambarkan kerajaan para raja dan ratu di zaman itu. Semuanya berada dalam perpustakaan lempeng</span></span><span style="font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">an tanah liat yang terawetkan dengan baik karena terpanggang oleh api yang menghancurkan istana. </span><span style="font-family:verdana;"> </span></span></p>
<p><span style="font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">Dinasti Mesir kuno sebelum 2000 SM mengimpor minyak zaitun dari pulau Crete, Siria dan </span><span style="font-family:verdana;"> </span><span style="font-family:verdana;">Kanaan, dan minyak merupakan komoditas perdagangan dan kekayaan penting. Sisa-sisa minyak zaitun ditemukan dalam bejana berumur lebih dari 4000 tahun di dalam sebuah </span></span><span style="font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">makam di pulau Naxo di Laut Aegea.</span><span style="font-family:verdana;">Sinuhe, yang dibuang dari Mesir dan tinggal di Kanaan Utara kira-kira tahun 1960 SM, menulis tentang banyaknya pohon zaitun. Sampai tahun 1500 SM</span></span><span style="font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">, </span></span><span style="font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">daerah pesisir timur Laut Tengah paling padat tanaman zaitunnya. P</span></span><span style="font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">ohon zaitun jelas telah dibudidayakan pada periode budaya Mino Akhir (1500 SM) di zaman perunggu di pulau Kreta dan mungkin bahkan sejak zaman budaya Mino Awal. </span><span style="font-family:verdana;"> </span><span style="font-family:verdana;">Budidaya pohon zaitun menyebar ke kota Iberia dan Etruska jauh sebelum abad 8 SM melalui perdagangan dengan bangsa Phoenisia da</span></span><span style="font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">n Kartago, lalu menyebar ke Gaul Selatan</span><span style="font-family:verdana;"> </span><span style="font-family:verdana;">dibawa oleh suku Keltik selama abad 7 SM.</span></span><span style="font-size:85%;" lang="EN"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&lt;!&#8211;[if gte vml 1]&gt;</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/5e/Olive_Press_in_Pompeji.JPG"><span style="text-decoration:none;"> </span></a></p>
<p class="MsoNormal">Alat pres     minyak zaitun dari Pompei – 79 SM</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&lt;![endif]&#8211;&gt;<span style="font-size:85%;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqHC4iAdoI/AAAAAAAAABo/ah_xQJP73SM/s1600-h/Olive+press.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqHC4iAdoI/AAAAAAAAABo/ah_xQJP73SM/s200/Olive+press.jpg" border="0" alt="" /></a></span><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">Catatan pertama tentang pembuatan minyak diketahui dari Kitab Injil bahasa Ibrani, yang berlangsung selama Eksodus dari Mesir abad 13 SM. </span><span style="font-family:verdana;"> </span><span style="font-family:verdana;">Dalam masa ini </span></span><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">miny</span></span><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">ak diperoleh dari buah yang diperas dengan tangan dan disimpan di bejan</span></span><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">a khusus yang dijaga para pendeta. </span><span style="font-family:verdana;"> </span><span style="font-family:verdana;">Sebuah pabrik minyak untuk </span></span><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-family:verdana;">penggunaan di luar keagamaan digunakan di zaman Kerajaan </span>Israel 1000 SM.  Lebih dari 100 “mesin” pemeras minyak zaitun diketemukan di Tel Migne (Ekron), di mana bangsa Philistin y</span><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN">ang disebut dalam kitab Injil juga memproduks</span><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN">i minyak.  Mesin peras ini d</span><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN">iperkirakan telah mengha</span><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN">sil</span><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN">kan antara 1000-3000 ton minyak zaitun setiap musimnya. Cara paling tradisional untuk membuat minyak zaitun adalah dengan menggiling buah zaitun.  Buah zaitun hijau meng</span><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN">hasilkan minyak yang pahit, dan kalau terlalu masak hasil minyaknya agak tengik sehingga harus sangat hati-hati dalam memastikan bahwa buah zaitun benar-benar masak dan pas.  Mula-mula buah zaitun digiling memaki batu penggiling. Bubur buah zaitun biasanya dibiarkan berada </span><span style="font-size:85%;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqJBtey47I/AAAAAAAAABw/R1pqTCI_ZfY/s1600-h/Oilpress+Ancient.jpg"><img style="float:right;cursor:pointer;margin:0 0 10px 10px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqJBtey47I/AAAAAAAAABw/R1pqTCI_ZfY/s200/Oilpress+Ancient.jpg" border="0" alt="" /></a></span><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN">di bawah batu penggiling 30–40 menit.  Minyak yang diambil pada tahap ini disebuat sebagai <em>virgin oil</em>.  Sesudah digiling, bubur zaitun diproses lebih lanjut dengan diipress untuk memisahkan minyak dari bubur. Langkah kedua ini menghasilkan minyak zaitun dengan kualitas lebih rendah.Minyak zaitun tersusun terutama dari asam oleat dan asam palmitat serta asam lemak lain, disertai sejumlah kecil squalene (sampai 0.7%) dan sterol (kira-kira 0.2% phytosterol dan tocosterol).  Komposisinya beragam menurut kultivar, daerah, ketinggian lahan, waktu panen dan proses ekstraksinya. </span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN">Minyak zaitun mengandung sekelompok produk alami yang memiliki sifat anti-oksidan kuat, yang memb</span><span style="font-size:85%;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqKN31uIZI/AAAAAAAAACA/sPdnP7JuRHM/s1600-h/olive_oil_2007.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqKN31uIZI/AAAAAAAAACA/sPdnP7JuRHM/s200/olive_oil_2007.jpg" border="0" alt="" /></a></span><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN">eri rasa pahit dan bau menyengat pada minyak zaitun extra-virgin yang tidak diproses.  Mereka adalah ester dari tyrosol dan hidrotyrosol termasuk oleocanthal dan oleoropein. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN">Bukti dari penelitian epidemiologis menunjukkan bahwa sebagian besar dari lemak tak jenuh tunggal dalam diet terkait dengan penurunan risiko penyakit pembuluh darah koroner jantung.  Ini penting karena minyak zaitun sangat kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal, asam oleat. Di Amerika, produsen minyak zaitun diijinkan menempelkan label yang berbunyi: </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN"><span style="font-style:italic;">&#8220;Bukti ilmiah terbatas dan tidak konklusif menunjukkan bahwa mengkonsumsi kira-kira dua sendok makan (23 gram) minyak zaitun tiap hari mungkin menurunkan risiko penyakit pembuluh darah koroner jantung, karena adanya lemak tak jenuh tunggal dalam minyak zaitun.  Untuk memperoleh kemungkinan manfaat ini, minyak zaitun harus menggantikan jumlah yang sama dari lemak jenuh, dan tidak menambah jumlah kalori yang anda konsumsi dalam sehari&#8221; </span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN">Manfaat lain minyak zaitun kelihatannya adalah sifatnya yang menghilangkan lemak Omega-6 namun tidak mempengaruhi lemak Omega-3.  Dengan demikian minyak zaitun membantu menciptakan keseimbangan yang sehat antara lemak Omega 6 dan Omega-3.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN">Di samping manfaat kesehatan di dalam tubuh, pemakaian minyak zaitun pada kulit sangat populer di kalangan penggemar  pengobatan alami.  Minyak Zaitun Extra Virgin adalah yang terbaik untuk melembabkan kulit, terutama bila dipakai dalam ramuan yang disebut Oil Cleansing Method (OCM) .  OCM adalah sebuah cara membersihkan kulit wajah  dengan menggunakan campuran Minyak Zaitun Extra Virgin, kastroli (atau minyak lain yang cocok) dan serangkaian berbagai jenis minyak atsiri. Minyak zaitun juga dipakai mengurangi penimbunan kotoran telinga.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN">Jeanne Louise Calment, perempuan Perancis (meninggal di usia 122 tahun) dan Mariam Amash perempuan Arab Palestina (masih hidup di Israel berusia 120 tahun), yang tercatat sebagai manusia tertua di dunia pada zamannya, mengaku bahwa meminum minyak zaitun tiap hari merupakan rahasia umur panjang mereka. Jeanne Calment bahkan juga selalu mengoles kulit dan wajahnya dengan minyak zaitun setiap hari.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;" lang="EN">Salah satu obat terbaik bagi bintul-bintul merah di kulit adalah mengoleskan minyak zaitun pada bagian yang terkena bintul-bintul. Minyak zaitun akan meresap ke dalam kulit dan menyembuhkan bintul-bintul tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;" lang="EN"><span style="font-size:medium;"><span style="font-size:85%;">Diolah dan diterjemahkan dari berbagai sumber di website.</span><br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/halalsoapmaker.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/halalsoapmaker.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/halalsoapmaker.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/halalsoapmaker.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/halalsoapmaker.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/halalsoapmaker.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/halalsoapmaker.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/halalsoapmaker.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/halalsoapmaker.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/halalsoapmaker.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/halalsoapmaker.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/halalsoapmaker.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/halalsoapmaker.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/halalsoapmaker.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=12&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/10/11/minyak-zaitun-salah-satu-bahan-dasar-soapynature/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5fae7a4893f92a23175037c9306c0ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">halalsoapmaker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqFVUpoLGI/AAAAAAAAABg/8eV0qi8HU30/s200/Olive_tree.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqHC4iAdoI/AAAAAAAAABo/ah_xQJP73SM/s200/Olive+press.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqJBtey47I/AAAAAAAAABw/R1pqTCI_ZfY/s200/Oilpress+Ancient.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_bLRakEIin-o/SPqKN31uIZI/AAAAAAAAACA/sPdnP7JuRHM/s200/olive_oil_2007.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Komentar Para Pemakai SoapyNature</title>
		<link>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/10/10/komentar-para-pemakai-soapynature/</link>
		<comments>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/10/10/komentar-para-pemakai-soapynature/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 23:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>halalsoapmaker</dc:creator>
				<category><![CDATA[SoapyNature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/10/10/komentar-para-pemakai-soapynature/</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211;[if gte vml 1]&#62; &#60;![endif]&#8211;&#62; KOMENTAR PARA PEMAKAI SOAPY NATURE &#8220;... isteri saya sangat senang menggunakan yang hitam habatussauda, disayang-sayang sehingga hanya digunakan untuk muka. …untuk mandi keseluruhan menggunakan yang lain dan tidak ada keluhan. Saya sendiri menggunakan yang habbatussauda untuk mandi keseluruhan. Cocok untuk saya justru karena tidak terlalu harum&#8230;&#8221; (dari Pembeli lebih dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=11&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">&lt;!&#8211;[if gte vml 1]&gt;</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal">
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&lt;![endif]&#8211;&gt;<span style="position:absolute;z-index:1;left:0;margin-left:-32px;margin-top:7px;width:131px;height:116px;"><span style="font-size:medium;"><br />
</span></span><span style="font-family:'Albertus Extra Bold';"><span style="font-size:medium;">KOMENTAR </span><span style="font-size:medium;">PARA</span><span style="font-size:medium;"> PEMAKAI SOAPY NATURE</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:medium;">&#8220;.</span><em><span style="font-size:medium;">.. </span><strong><span style="font-size:medium;">isteri saya sangat senang menggunakan yang hitam habatussauda, disayang-sayang sehingga hanya digunakan untuk muka</span></strong><span style="font-size:medium;">. …untuk mandi keseluruhan menggunakan yang lain dan tidak ada keluhan. Saya sendiri menggunakan yang habbatussauda untuk mandi keseluruhan. Cocok untuk saya justru karena tidak terlalu harum&#8230;&#8221; </span></em><span style="font-size:medium;">(dari Pembeli lebih dari 100 biji SoapyNature semua jenis)</span><span style="font-size:medium;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:medium;"><br />
</span> <strong><span style="font-size:medium;"> </span></strong><strong><span style="font-family:Albertus;color:navy;"><span style="font-size:medium;">&#8220;&#8230; </span><em><span style="font-size:medium;">alhamdulillah enak dipakai di badan, isteri saya juga berkomentar demikian.</span></em><span style="font-size:medium;">..&#8221; (Pemakai di Bandung)</span></span></strong><strong><span style="font-family:Albertus;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><em><span style="font-size:medium;">“…Wah, anak saya seneng banget sama yang aroma kayu manis &#8216;kaya brownies katanya&#8217; dan dipakainya enak sekali untuk muka &#8230;&#8221;</span></em></strong><strong><span style="font-size:medium;"> </span></strong><span style="font-size:medium;">(seorang ibu di </span><span style="font-size:medium;">Jakarta</span><span style="font-size:medium;">)</span><span style="font-size:medium;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-family:Albertus;color:navy;" lang="SV"><span style="font-weight:bold;"><span style="font-size:medium;">“</span></span><em><span style="font-weight:bold;"><span style="font-size:medium;">…istri saya hanya memakainya untuk muka … sayang, katanya, karena hanya sedikit &#8230; tidak bikin kulit terasa kaku&#8230;</span><span style="color:#000099;"><span style="font-size:medium;">”</span></span></span></em></span><em><span style="font-family:Albertus;" lang="SV"><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#000099;"><span style="font-size:medium;"> </span></span></span></span></em><span style="font-family:Albertus;" lang="SV"><span style="font-weight:bold;"><span style="color:#000099;"><span style="font-size:medium;">(seorang Bapak di Jkt)</span></span></span></span><span style="font-size:medium;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="font-family:'Albertus Extra Bold';"><span style="font-size:medium;">”</span></span></strong><strong><span style="font-family:Albertus;"><span style="font-size:medium;">&#8230; Saya suka yang hitam, scrub-nya enak dikulit dan keluarga saya juga suka jenis yang lain … saya mau pesan 30 biji semua jenis untuk saya bagikan keluarga saya di Amerika…” </span></span></strong><strong><span style="font-family:Albertus;"><span style="font-size:medium;">(seorang pria bule di </span><span style="font-size:medium;">Jakarta</span><span style="font-size:medium;">)</span></span></strong><span style="font-size:medium;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-weight:bold;font-family:Albertus;"><span style="font-size:medium;"><br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-weight:bold;font-family:Albertus;"><span style="color:#000099;"><span style="font-size:medium;">&#8220;&#8230;</span></span><span style="font-style:italic;"><span style="color:#000099;"><span style="font-size:medium;">SoapyNature lebih enak dipakainya daripada sabun hotel oleh-oleh dari luar negeri yang saya terima; akan lebih baik kalau tepinya tidak &#8216;tajam&#8217;&#8230;&#8221; (seorang Ibu di Garut)</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-style:italic;font-weight:bold;font-family:Albertus;"><span style="font-size:medium;"><br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-style:italic;font-weight:bold;font-family:Albertus;"><span style="font-size:medium;">&#8220;</span></span><span style="font-weight:bold;font-family:Albertus;"><span style="font-size:medium;">Wah&#8230; sabunnya OK banget &#8230; kalau habis dari mandi di pantai, memakai SoapyNature rasanya lebih bersih&#8230;&#8221; (seorang Ibu sepulang dari berlibur di pantai di Bali)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em>&#8220;&#8230;Ternyata sabun bikinan tangan ini memang bisa membuat muka saya terasa lebih halus dan kencang kulitnya &#8230;&#8221; (seorang Ibu Rumah tangga di daerah Taman Mini, Jakarta)</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong>&#8220;&#8230; jangan-jangan harganya keliru ini, sabun sekualitas ini biasanya harganya jauh lebih mahal lho,&#8230;&#8221; (Seorang Ibu Muda Karyawati Biro Perjalanan di Solo)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-weight:bold;font-family:Albertus;"><span style="font-size:medium;"><br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-weight:bold;font-family:Albertus;"><span style="font-style:italic;"><span style="color:#000099;"><span style="font-size:medium;">&#8220;&#8230;memang kulit jadi terasa lebih halus dan pakai sabunnya busanya terasa lembut &#8230; tetapi harganya mungkin terlalu tinggi kalau untuk orang Yogja&#8221;  (seorang Ibu dosen UGM di Yogja)</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:medium;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;font-weight:bold;"><span style="font-size:medium;">&#8220;&#8230;</span><span style="font-size:medium;">Saya suka aroma habbatussaudah yg sangat terasa &#8230;. Busanya banyak, tidak seperti yg saya khawatirkan sebelumnya. Minyak zaitunnya sangat terasa sekali. Yang saya sangat senang, baru kali ini saya bisa menggunakan sabun utk muka saya, karena sejak saya SMP sampai sebelum pakai Soapy Nature, saya tidak pernah memakai sabun utk muka, hal ini disebabkan apabila saya pakai akan terasa kering dan kasar (sdh saya coba berbagai macam merk dan jenis sabun termasuk yg disebut sabun kecantikan). Tetapi produk SoapyNature saya rasakan tidak memberi efek kasar atau kering / netral secara visual, mudah2an memberi efek yg bagus utk jangka panjang. Sabun saya pakai sampai benar2 habis, meskipun kondisinya sdh hancur tapi busa masih ada</span><span style="font-size:medium;">.&#8221; (</span><span style="font-size:medium;">Abdurrahman Shiyam, Jakarta Timur)<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-weight:bold;font-family:Albertus;"><em><span style="font-size:medium;"> </span></em><span style="font-size:medium;"> </span></span><span style="font-size:medium;"><br />
</span><span style="font-weight:bold;font-size:85%;"><span style="font-style:italic;"><span style="color:#000099;"><span style="font-size:medium;">&#8220;&#8230; secara penampilan gak menarik &#8230;Kenyamanan di kulit, sangat nyaman, lembut dan kulit menjadi agak lembab &#8230;.Aroma, karena kebetulan saya menyukai bau2an yg exotic, ya saya suka aja&#8230;&#8221; </span></span></span><span style="color:#000099;"><span style="font-size:medium;">(Ibu Salma Alwi di Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta)</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-weight:bold;font-size:85%;"><span style="color:#000099;"><span style="font-size:medium;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal">&#8220;&#8230; seorang ibu di Cinere mengatakan adiknya yang tinggal di Kalimantan menderita semacam penyakit yang membuatnya sama sekali tidak bisa memakai sabun.  Setelah mencoba memakai SoapyNature Habatussauda, ternyata cocok.  Untuk persediaan maka ibu itu membeli SoapyNature Habattussauda sampai 90 biji.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;&#8230; saya memberi seorang teman kerja separo biji SoapyNature Habattussauda karena hanya punya satu biji.  Ternyata sabun itu cocok untuk mukanya yang jerawatan, sehingga menjadi lebih halus.  Jadinya dia minta dibelikan SoapyNature Habbatussauda lagi.&#8221; (Ibu Ika, bagian Pemasaran Jamu Jago di Jakarta Timur)</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;&#8230; ya saya suka SoapyNature Cinnamon karena baunya khas. Dikulit rasanya enak, tidak membuat kulit saya kering &#8230;&#8221; (Ms Carol Davis, San Diego, California, USA)</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;I have only so far used the aloe flavor and I LOVED it.  It is very light and it lathers very well (lots of good soapy suds), without leaving a filmy residue. I like that it doesn&#8217;t have too strong a scent as well&#8230;&#8221;(Saya baru mencoba yang lidah buaya and saya SUKA.  Sangat lembut dan busanya banyak, tanpa meninggalkan sisa lapisan di kulit.  Saya juga senang aromanya tidak terlalu menyengat )  - Ms Katherine Selchau, San Diego, California, USA</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;&#8230; anak gadis saya yang sekolah di Singapura sejak kecil harus selalu memakai krim pelembab sesudah mandi pakai sabun &#8230; sekarang sesudah memakai SoapyNature dia tidak memerlukan krim itu lagi &#8230;&#8221; (seorang ibu di Jakarta &#8211; pembeli 20 biji SoapyNature berbagai jenis)</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;I like the lather and they leave the skin feeling moisturized yet clean&#8230; (Saya senang busanya, mereka membuat kulit terasa lembab tetapi bersih&#8230;)&#8221; &#8211; Ms Amy Hansen, San Diego, California, USA.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/halalsoapmaker.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/halalsoapmaker.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/halalsoapmaker.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/halalsoapmaker.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/halalsoapmaker.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/halalsoapmaker.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/halalsoapmaker.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/halalsoapmaker.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/halalsoapmaker.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/halalsoapmaker.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/halalsoapmaker.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/halalsoapmaker.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/halalsoapmaker.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/halalsoapmaker.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=halalsoapmaker.wordpress.com&amp;blog=6254094&amp;post=11&amp;subd=halalsoapmaker&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://halalsoapmaker.wordpress.com/2008/10/10/komentar-para-pemakai-soapynature/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5fae7a4893f92a23175037c9306c0ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">halalsoapmaker</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
